Kapolri Minta Masyarakat Laporkan Polisi Nakal

Kompol Drs Mulfahmi berani melakukan intimidasi kepada pekerja, setelah ditelepon AM Muktar selaku terlapor atas dugaan pencurian dan pengrusakan pagar seng tanah.

 

Pekanbaru, Trans – Meskipun Kapolri Jendral Timur Pradopo menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu-ragu menindak tegas anak buahnya yang bekerja tidak sesuai prosedur dan melanggar hukum, namun masih banyak anak buahnya—terutama di daerah—yang berani melaksanakan tugas tidak sebagaimana mestinya seperti yang terjadi di Riau terkait masalah tanah di Jalan Arengka, Desa Tampan, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Tidak heran, kalau Kapolri pun minta masyarakat proaktif melaporkan oknum polisi yang bertindak di luar aturan. “Silahkan laporkan. Lapor saya, lapor Propam (Profesi dan Pengamanan), kita periksa. Siapapun, di manapun dia bertugas,” tegas Timur, saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, beberapa waktu lalu.

Hal itu ditegaskannya menjawab pertanyaan beberapa anggota dewan mengenai kinerja anggota Polri di lapangan. “Siapapun anggota Polri yang melanggar hukum akan dipidana di peradilan umum dan dipenjara,” kata Kapolri.

Menurutnya, polisi dalam menjalankan harus taat aturan. “Yang paling tinggi kedudukan ada etika. Tangkas atau tidak tangkas, pantas tidak pantas jadi anggota Polri. Sehingga yang paling tinggi di Polri adalah etika,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Dia menegaskan Polri tidak sewenang-wenang dalam menegakkan hukum. “Siapapun anggota polisi harus tunduk pada etika. Siapa dirugikan, silahkan lapor,” katanya.

 

Kasus Tanah

Salah seorang warga masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah oknum polisi adalah Jamaluddin, Ketua DPW Nasional Corruption Watch (NCW) Provinsi Riau. Dia telah melayangkan surat kepada Kapolda cq Wakapolda Riau, prihal Surat  Pengaduan No.B/1308/X/2012, tentang perbuatan diskriminasi dan klarifikasi laporan.

“Pada tanggal 16 November 2012 sekitar pukul 10.30 WIB. Ali Mukhtar melarang Baharuddin dan Muji untuk membangun pondok dan memperbaiki pagar seng di atas tanah atas nama Basri Ahmad Tamin/ surat kuasa menjual saya, Jamaluddin,” ungkapnya.

Karena kedua orang pekerja yang disuruh Jamaluddin tidak mau berhenti bekerja. Ali Mukhtar menelpon Kompol Drs Mulfahmi. Tidak berapa lama Kompol Drs Mulfahmi datang ke lokasi tanah yang terletak di Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaku, Pekanbaru.

Selanjutnya, polisi tersebut langsung memperkenalkan diri kepada kedua orang pekerja, “saya Kompol Drs. Mulfahmi dari Polda. Jangan kalian lanjutkan pekerjaan itu, atau saya tangkap kalian dan saya bawa ke polda, itu siapa yang bikin plang?”

Kemudian Drs. Mulfahmi bertanya lagi, “siapa yang suruh kalian bekerja? Lalu, dijawab kedua pekerja, Pak Jamaluddin, Ketua NCW Provinsi Riau.”

Mendapat jawaban seperti itu, Kompol Drs. Mulfahmi mengatakan, “apa itu NCW.” Lantas, Kompol Drs Mulfahmi berjalan ke arah plang nama Basri Ahmad Tamin dan membuka nama plang tersebut. Karena tidak bisa dibukanya, dia menyuruh Ali Mukhtar untuk membukanya.

Kemudian Kompol Drs Mulfahmi mengangkut plang tersebut ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan lokasi. Senin, 19 November 2012, dia mengirim surat kepada Jamaluddin, untuk membongkar pagar seng tersebut.

Menurut Jamaludddin, tanggal 19 Oktober 2012 dirinya juga mendapat Surat Nomor : B/1308/X/2012/Reskrimum, perihal Klarifikasi untuk konfirmasi dan wawancara, atas pengaduan dari Rastanto tanggal 3 September 2012, tentang dugaan tindak pidana “Penyerobotan Lahan atau Perbuatan Tidak Menyenangkan.” yang terjadi sekitar bulan Juli 2012 di JI. Soekarno Hatta. Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, sebagaimana dimaksud dalam Rumusan PRP Rl No. 51 tahun 1960 atau pasal 335 K.U.H.P.

Karena kesibukannya selaku Ketua DPW NCW Provinsiu Riau, Jamaludin tidak sempat untuk menemui Kompol Drs. Mulfahmi. Akhirnya, Jamaluddin menyampaikan klarifikasi dan laporan/pengaduan sehubungan dengan hal-hal tersebut.

Dalam surat klarifikasi dan laporan/pengaduan itu, Jamaludin menerangkan bahwa dia menguasai tanah yang terletak di Jalan Arengka, Desa Tampan, Kecamatan. Siak Hulu, Kabupaten Kampar, berdasarkan berdasarkan Surat Kuasa dari Basri Ahmad Tamin yang dibuat di hadapan Notaris Sri Susilawati, SH, Notaris Batam pada tanggal 12 Maret 2001 dengan Akta Nomor 4.

Tanah tersebut bersertifikat Hak Milik Nomor 1458, yang diuraikan dalam Surat Ukur No. 1967/1982 tanggal 3 ]uni 1982, diterbitkan di Bangkinang oleh Kepala Kantor Pertanahan daerah Tingkat II Kampar, tanggal 31 Agustus 1982 terdaftar atas nama Basri Ahmad Tamin, dengan luas 2.600 M2.

Jamaludin juga menerangkan bahwa berdasarkan Perda Kota Pekanbaru No. 04/03 tahun 2003, Sertifikat Hak Milik Nomor 1458, yang diuraikan dalam Surat Ukur No.1967/1982, telah dirubah oleh Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru. Maka, berdasarkan proses mutasi wilayah terhadap SHM No. 1458, maka SHM No. 1458 dirubah menjadi SHM. No. 2837, yang diuraikan dalam Surat Ukur No.52/2012, terdaftar atas nama Basri Ahmad Tamin, tanggal 14 Maret 2012, terletak di Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Dalam proses mutasi wilayah SHM tersebut, pihak BPN Kota Pekanbaru telah melakukan penetapan/pengambilan titik koordinat terhadap tanah Basri Ahmad Tamin. Objek tanahnya pun telah dimasukkan/diambil GPS di lokasi, sehingga pihak BPN .kota Pekanbaru telah menetapkan bahwa tanah atas nama Basri Ahmad Tamin yang dikuasai Jamaludin adalah benar lokasinya sesuai dengan SHM. No. 2837.

Jamaludin menegaskan, semenjak dirinya menguasai fisik tanah tersebut, tidak pernah ada gangguan atau keberatan dari pihak lain. Maka, pada Januari 2012, dia telah membuat pagar seng di atas tanah tersebut.

Selanjutnya, pada 19 Juli 2012 Jamaludin telah melaporkan peristiwa pidana tindak pidana pencurian dan pengrusakan pagar seng tanah tersebut, yang diduga dilakukan oleh Ali Muktar dkk yang terjadi pada Jumat (6 Juli 2012), ke Kepolisian Negara RI Daerah Riau Resort Kota Pekanbaru, sesuai dengan Laporan Polisi/Pengaduan Nomor: LP/874/V1I/2012/SPKT Polresta. Namun kenyataannya, laporan itu tidak pernah ditindaklanjuti oleh pihak Polresta Pekanbaru. Sampai tanah yang dikuasai dan telah dipagar oleh Jamaluddin selama ini, di robohkan dan Jamaluddin malah dilaporkan.

Namun, dari hasil investigasi Tim NCW Provinsi Riau terhadap Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru sekitar Agustus 2012, diperoleh foto copy dokumen berupa Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru Nomor 460/HM/BPN.14.71/2012 yang ditetapkan oleh Kepala Kantor pada 05 April 2012 tentang pemberian Hak Milik atas nama Sukandi Asman (dahulu Sho Kok Peng) dan Rastanto (dahulu Oei Lam Siong).

Dokumen lainnya berupa Risalah Pengolahan Data (RPD) Nomor 390/RPD/HM/1I/2012 Permohonan Hak Milik atas nama Sukandi Asman (dahulu Sho Kok Peng) dan Rastanto (dahulu Oei Lam Siong), serta Risalah Pemeriksaan Tanah (Konstatering Rapport) Nomor 71/CR/HM/III/2012.

“Dari ketiga dokumen tersebut dan berdasar kenyataan di lokasi objek tanah bahwa telah terbit Sertifikat Hak Milik Nomor 1458 yang diuraikan dalam Surat Ukur Nomor 1967/1982 tanggal 03 Juni 1982,  terdaftar atas nama Basri Ahmad Tamin sebagaimana telah dirubah menjadi Sertifikat Hak Milik Nomor 2837 dengan Surat Ukur Nomor 52/2012 tanggal 14 Maret 2012, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, telah jelas bahwa Sertifikat Hak Milik nomor 2857 yang dimohon oleh Sukandi Asman dan Rastanto kami duga cacat administrasi,” papar Jamaludin.

Namun, kondisi di lapangan ada pendirian pondok dan pemasangan plang atas nama Sukandi Asman diatas tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 2837 tersebut. “Maka pada tanggal 02 Agustus 2012 melalui pengacara saya R. Hasibuan SH memohon penjelasan secara tertulis kepada Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru,” ungkapnya.

Pada 31 Oktober 2012, Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru memberitahukan kepada R. Hasibuan, SH & Rekan, membenarkan bahwa telah terbit Sertifikat Hak Milik Nomor 2857 yang diuraikan dalam Surat Ukur Nomor 65/2012 terdaftar atas nama Sukandi Asman dan Rastanto.

“Dengan diterbitkan Sertifikat Hak Milik Nomor 2857 yang diuraikan dalam Surat Ukur Nomor 65/2012 atas nama Sukandi Asman, telah menimbulkan akibat hukum. Maka, Basri Ahmad Tamin melalui kuasa hukumnya Arfendi, SH & Rekan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru sesuai dengan Nomor 45/G/2012/PTUN-Pbr, tanggal 09 November 2012,” ujar Jamaludin, yang juga Ketua DPW NCW Provinsi Riau itu.

Anehnya, berdasarkan pemberitahuan lisan pekerja tanggal 16 November 2012 sekitar pukul 10.30. WIB Kompol Drs Mulfahmi bersama AM Muktar yang notabena sebagai terlapor atas dugaan pencurian dan pengrusakan pagar seng tanah tersebut. sesuai dengan Laporan Polisi/Pengaduan No. LP/874/VII/2012/SPKT Polresta, datang ke lokasi tanah untuk melakukan intimidasi.

“Mereka melarang anggota saya yang sedang bekerja dilokasi tanah memperbaiki pagar dan membangun pondok. Kompol Drs Mulfahmi mengambil plang yang saya pasang atas nama Basri Ahmad Tamin dengan cara kekerasan serta mengancam akan membongkar pagar seng tersebut,” kata Jamaludin.

Jamaludin pun mempertanyakan, “atas dasar apa Kompol Drs Mulfahmi mengambil plang yang terpasang di lokasi objek tanah atas nama Basri Ahmad Tamin? Kalau untuk tujuan Penyitaan, apakah ada surat izin dari Ketua Pengadilan setempat sesuai dengan UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP yang dirumuskan pada pasal 38 ayat 1 (satu), pasal 129 ayat 1 (satu) dan PERKAP Nomor 14 tahun 2012 pasal 60 (3) ?”

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP NCW Drs Syaiful Nazar mengatakan bahwa perkara aquo sebagaimana laporan/pengaduan No B/1308/X/2012, bukanlah merupakan perkara tindak pidana, melainkan murni perkara perdata. “Untuk penyelesaiannya Basri Ahmad Tamin telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru pada tanggal 09 November 2012 dan^gugatan telah didaftar dikepaniteraan Pengadilan TUN Pekanbaru dengan Nomor 45/G/2012/PTUN-Pbr untuk pembatalan SUM No.2857 terdaftar atas nama Sukandi Asman dan Rastanto,” ujarnya.

Syaiful menambahkan, Dewan Pimpinan Pusat-Nasional Corruption Watch (DPP-NCW) akan melaporkan masalah tersebut kepada Kapolri dalam minggu ini. Hal ini berkaitan permintaan Kapolri, agar masyarakat proaktif melaporkan oknum polisi yang bertindak di luar aturan. “Silahkan laporkan. Lapor saya, lapor Propam (Profesi dan Pengamanan), kita periksa. Siapapun, di manapun dia bertugas.

Hal itu ditegaskannya menjawab pertanyaan  wartawan baru-baru ini “Siapapun anggota Polri yang melanggar hukum akan dipidana di peradilan umum dan dipenjara,” kata Kapolri. Menurutnya, polisi dalam menjalankan harus taat aturan. “Yang paling tinggi kedudukan ada etika. Tangkas atau tidak tangkas, pantas tidak pantas jadi anggota Polri.

Mendasar kepada rentetan kejadian yang diuraikan diatas,jelas-jelas Kompol Drs Mulfahmi ada keberpihakkan kepada kepentingan pribadi. Sedemikian rendahnya moral seorang oknum Pamen Polri, yang mau diperalat dan turun melakukan eksekutor tanpa prosedur yang jelas. | Tim Trans

FacebookTwitterGoogle+Share

17 comments

  1. pak percuma lapor kita malah yg kena hukuman nanti kena pasal pencemaran nama baik, saya pernah kena palak polisi di lampung, di batam 2 x dan di magelang 1x, memang yg namanya polisi kan kerjaannya mencaris sangsi, (polisi pol pole nggolet sangsi) kalo sudah kena target sangsi kan ujung ujungnya dapat pulus, masarkata sudah tahu pak jangan sok bego amat suruh lapor polisi nakal,

  2. polisi cikarang banyak yang salah gunakan jabatan

  3. benar gan terutama d daerah golf tiap hari ,tolong diselidiki.duit tilangnya lari kmn/////////////????????????/

  4. Untuk yang berwenang, apa betul kita harus bayar ke polisi untuk minta surat keterangan polisi dalam peristiwa kebakaran??? Ini saya dengar dari beberapa rekan saya yang pernah berurusan dengan polisi untuk dapat surat keterangan polisi.Karena kalau tidak bayar ke polisi, maka akan dipersulit untuk keluarnya surat keterangan polisi dan tidak dapat proses klaim asuransi. Kalau memang benar demikian, Tolong informasikan di mana peraturannya yang bisa saya rujuk. Terima kasih

  5. Lapor kemana Pak? banyak yang saya mau laporkan oknum-oknum tersebut

  6. Apa iya pak ditanggapi??? Ni contohnya ibu saya punya tanah diserobot orang eh malah kami sekeluarga jadi tersangka gara2 mencabut patok yang ditaruh ditanah kami. Tanah kami dpatok orang tanpa bukti yang sah dan kami mempertahankannya malah kami dikenakan pasal 170 tentang pengrusakan barang. Terus kemana kami harus mencari perlindungan. Pemilik sah jadi tersangka. Lalu pada siapa lagi kami harus minta pertolongan?

  7. lapor pa saya sakit hati sama polisi hampir seumur hidup apalagi sama polisi yang ada dijalan raya yang suka jualan buku tilang atau di jalan tol mangsanya polisi mobil bak (pick up) orang melarat atau orang kampung mau ke kota

  8. polisi kalau lagi ngatur lalu lintas atau lagi mendorong mobil yang lagi mogok di jalan raya saya banga terhadapnya jempol man tapi klau lagi memberhentikan mobil tidak melangar sama sekali hati saya merasa polisi itu seperti ……………… kurang kerjaan atau polisi di kejar utang alasannya motor saya setoran mobil saya setoran sama atasan menurut mereka jual jualannya ah polisi seperti lah

  9. polisi juga memperalat pa ogah di setiap persimpangan enak benar yach

  10. mohon dipantau oleh pihak propam atau irwasum….ada oknum polisi nakal yang bertugas di polsek pademangan bernama DANI

  11. nama papa dianto ambek tetangga biasa e di panggil pak didik lahir 15.12.1963
    nama mama etik dulu nama e bukan etik wes pindah ndek kota di ganti 30.06.1968
    aq lahir 08.12.1993
    katanx dulu sebelum aq lahir mama papa kaya setelah aq lahir mama papa jatuh miskin katanx aq seng bawa sial..
    dulu mama pernah minggat dari rumah aq masih smp mama minggat papa pacaran sama tante tante..
    dari dulu aq sering di bentak di maki di tampar di ajar papa katanx anak pembawa sial sempet aq ikut tante bantu jualan warung di mendit habis e pulang sekolah smp kadang pulang sekolah jalan kaki..
    sering aq di ajar sebab e ndak jelas pas smak papa sering marah2 di sekolah q malu rasane gitu aq di jaui teman..
    pas sma aq punx pacar nama e jayeng ndak lama putus soal e jayeng sifate kayak papa lalu pacaran ambek temen e sepupu q lisa ndak lama putus soal e anak e ndak punx pendirian akir e pacaran ambek mas agus seneng rasane soal e aq di sayang di bikin’in lagu tiap mas agus q butuhno ada selalu penuhi kebutuhan q sering di kasi uang..
    aq ambek mas agus pacaran wes 3 tahun mama papa ndak setuju akir e aq pacaran sembunyi2 bulan januari 2013 aq ingin nikah ambek mas agus q kenalno ambek mama papa..
    awale mama papa setuju sempet aq ambek mas agus di suruh jalan2 ambek mama papa bilang e mas agus aq jek sakit ndak oleh jalan sambil ngasi i uang 100ribu ke aq akire ndak jadi jalan2 abis tu tante q datang ndak sukak liat mas agus bilange tante q mas agus kayak anak jalanan akir e mama papa marah2 aq di suruh milih kalau nikah ambek mas agus keluar dari rumah ini…
    aq milih nikah ambek mas agus papa langsung nampar aq mama narik2 aq akir e mas agus di suruh keluar..
    besok e mas agus datang kerumah ndak boleh masuk ambek mama…
    ampir tiap hari aq kenak maki bentakan di ludahi ambek papa..
    bulan februari 2013 ada tetangga sebelah e rumah namae pak tohab polisi kedung kandang bilange aq kena guna2 akire ambek pak tohab mama papa di ajak ke banyak kyai ambek dukun aq di pekso minum air bilange biar guna2 e ilang..
    masih ae aq kangen ambek mas agus akir e mas agus tak suruh ke rumah e pak tohab soale sempet aq mintak perlindungan ke rumae pak tohab soale sering di ajar ambek papa akir e mas agus datang omong2 ambek pak tohab mas agus ambek pak tohab di suruh jaui aq padahal pikir q pak tohab nolong aq ambek mas agus malah mas agus di suruh jaui aq ambek hp q di sita pak tohab..
    akire aq nangis ambek pak tohab aq disuruh masuk kamar ndak tau mas agus pulange jam berapa..
    agak sembuh aq kuliah tak sempetno ketemu mas agus sambil ajak minggat bilang e mas agus kalau aq minggat ntik bisa kena hukum soale melarikan anak orang akire aq di antar pulang sempet aq omong ambek mas agus ntik kalau aq di usir langsung pergi ae..
    belum turun dari motor papa q langsung narik baju q akire aq jatuh di seret di dorong masuk rumah sambil di maki2..
    esok e aq di bawa ke psekiater bilange aq gangguan jiwa padahal ndak cuman aq kangen ambek mas agus biasa e ambek mas agus nyanyi2 bikin lagu ambek jalan2..
    tiap aq kangen ambek mas agus ambek mama papa di suruh minum obat akir e tiap hari aq di suruh minum obat habis minum obat aq seperti orang linglung ndak bisa mikir omong jugak sulit..
    pas ada tamu mama papa pasang mimik memelas purak2 sayangi aq manggil e aq sayang seneng rasane di panggil sayang tamu pergi sifat e mama papa berubah maneh..
    besok e ada tamu ndek rumah pas ada pak tohab ambek pak tohab tamune di omongi kabeh salae agus ambek omongan seng papa sering ajar aq tu ndak bener pak tohab pinter omong muter balikno seng sebener e..
    pas minum obat aq minum e ndak boleh di aqua galon aq minume di botol di pisah..
    pak tohab sering bawakno air e ke rumah q pas air e mau abis ndak tau air dari mana sampek sak iki aq tetep minum air seng dipisah..
    bulan puasa mas agus ambek ibu ambek keponakane datang ke rumah q..
    rumah q ndek JL DANAU MANINJAU SELATAN DALAM 5 D2/B16 SAWOJAJAR KOTA MALANG..
    maksute melamar aq ndak lama pak tohab datang langsung mengusir mereka aq sempet kaget pak tohab cuman tetangga malah ngusir mas agus ambek ibu..
    ada rekaman pak tohab omong kalau menemui via harus nemui pak tohab dulu jangan nemui orang tuanx atau menemui via ingat kata2 saya kalau mau menemui via harus menemui pak tohab.. keluargana ada dimanapun via urusan saya dan kata2 itu di ucapkan berulang ulang..
    https://soundcloud.com/dendys-olivia-ravitasari/suara-pak-tohab-polisi-kota-malang
    pak tohab umur 52..
    dia dah punyak anak istri tapi hampir tiap hari tlp juga merayu q.. aq takut pas pak tohab tlpn ndak q terima..
    aq umur 19..
    tolong di cek ke telkomsel rekaman e pak tohab omong ambek aq biar kabeh jelas..
    nomer q 081232634751 nomer e pak tohab 081334619802

  12. saya anggota polri yang memiliki 4 org adik laki2
    adik saya no 1 tersangkut dalam permasalahan hukum membeli barang tv lcd dari tukang botot (tukang loak) langganan yang sering mengantar barang rusak kerumah adik saya
    rupanya barang tsb hasil kejahatan ..
    adik saya diciduk dirumahnya dan langsung dibawa kepolresta
    sampai dipolresta adik saya menceritakan kejadian sebenarnya
    dan dia malah ditahan .. yang ironisnya pak polisi (juruperiksa) meminta uang tebusan sebesar Rp 10.000.000
    adik saya baru bisa dilepaskan.
    padahal kami juga dari keluarga polri
    adik kandung bapak saya juga seorang polwan berpangkat AKP dipolda sumut
    tp karena muka tebal dan putus urat malu dia tetap minta 10 jt
    SAYA SANGAT MALU MENJADI SEORANG POLISI
    DIMANA MUKA SAYA SAYA SEMBUNYIKAN
    KELUARGA POLISI PUN DIPERAS …
    HANCUR LAH NEGARA INI
    BOBROK BOBROK
    SAYA BERSUMPAH TIDAK AKAN PERNAH MENGIJINKAN ANAK SAYA MENJADI POLISI KELAK..

    • Bapak kapolri yg trhormat sy bhyagkari suami sy polisi tp sy anak purnawirawan,sy mau melaporkn kejadian penangkapan adik sy ,adik sy korban pembacokan preman pd tgl 25 maret ptus jariny 3 di rwat d rmh sakit 2 minggu ,stlh itu adik sy rawat jalan stlh itu ada panggilan sidang krna pelaku sdh di tangkap di sekta kalidoni 9 juni ,tiba2 slesai sidang adik sy di bwa 1 rombongan laki2 sy menghalangi trnyata sy di dorong sy mau minta surat penangkapan dan identitas yg mengambil adik sy tp tdk ada yg mau memberi identitas terus sy kejar kepolresta ktanya dri vidum 3 kapolresta palembang trus sy tanya mana surat penangkapan? Di jwb kanitnya tdk perlu nanti menyusul. Apa iya nangkap orng tdk pakai surat penagkapan ,trus di sel tahanan adik sy hrs bayar 150 ribu 1 minggu kl mau besuk bayar 90 pdhl udh di suami sy anggota ttp aja anggotanya tdk prduli di mana jiwa kostra polisi tdk sprti tentara pantas bapak sy dlu anaknya tdk boleh jd polisi dan tdk boleh menikah sama polisi trnyata polisi tdk saling mngharagai satu sama lian.mohon di lidik kanit vidum 3 polresta palembang sama sel tahanan polresta palembang ini bkn rahasia umum kapolresny tutup mata dan teliga sy istri polisi ingin memperbaiki citra polisi biar tdk bobrok di mata masyarakat wasallam.

  13. Pak saya mw melaporkan,ada slh satu anggota polisi yg mengaku buser d riau ,,atas nama rudi hartono,sblm menipu,trnyata polisi tu hanya mmeberi php kpd sya,tolong pak polisi sblm ad korban slnjut ny tlg d tindak tegas.briptu rudi hartono riau bukit tinggi

  14. kita punya pajak kok kita di tahan

  15. kita punya pajak kok kita yang di tahan polisi.
    yang punya duit tidak di tahan walaupun BERSALAH ketimbang orang yang tidak punya duit walaupun benar(ada bukti)

  16. tolong di perhatikan bapak kapolri
    jangan di abaikan…….
    anggota anda di sulawesi selatan kabupaten pinrang selama ini cari sampingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>