120×600 [tma]
120×600 [tma]

Kerusakan Jalan Raya Rangkasbitung-Cikande Sangat Memprihatinkan

JALAN RUSAK. Sejumlah kendaraan melintas jalan raya yang menghubungkan Rangkasbitung Kabupaten Lebak - Cikande Serang kondisinya telah rusak parah, Sabtu (7/5). Jalan milik Provinsi Banten tersebut rusak parah dan sering menimbulkan kecelakaan.

Serang, Koran Transaksi.com - Ruas jalan Rangkasbitung-Cikande sepanjang 26 kilometer, kondisinya sangat sulit dilalui berbagai jenis kendaraan akibat dilanda hujan beberapa hari terakhir.

Dari pantauan, Sabtu siang (7/5), pengemudi angkutan yang melintasi ruas jalan Rangkasbitung-Cikande, harus ekstra hati-hati dan sangat pelan mengemudikan laju kedaraannya, karena sangat banyak jalan berlubang serta bergelombang.

Selain itu, juga kerapkali menimbulkan kecelakaan lalu lintas atau kendaraan terperosok ke luar badan jalan.”Kami mengeluhkan kerusakan jalan, dimana selain banyak terdapat lubang, aspalnya juga mengelupas,”ujar Rois salah seorang sopir angkutan umum tersebut.

Rois yang sudah belasan tahun memiliki profesi sebagai pengemudi angkutan ini, mengaku pendapatannya sangat jauh berkurang akibat kondisi jalan tersebut, dan mengakibatkan kendaraannya sering mengalami kerusakan, diantaranya pecah ban dan patah per.

Disamping kerusakan pada kendaraan, kata dia, permasalahan lain adalah penumpang sepi sehingga pendapatan makin berkurang. Selain pengemudi angkutan umum, kerugian juga dialami pengusaha bus, truk dan masyarakat yang berjualan di tepi jalan.

Bahkan banyak pedagang sepanjang ruas jalan Rangkasbitung-Cikande, bangkrut karena tidak ada kendaraan yang melintasi.

Hal yang sama dikatakan Maman, supir bus PO Rudi. Dikatakan, selama ini, kondisi jalan Rangkasbitung-Cikande sulit dilintasi kendaraan karena seperti kubangan kerbau.”Saya berharap Pemprov Banten segera membangun ruas jalan itu sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pengemudi,”ujar Maman.

Menurut Maman, kerusakan jalan Rangkasbitung-Cikande, terjadi sejak adanya pertambangan penggalian pasir di sejumlah desa di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang. Karena itu, kata dia, banyak truk tronton mengangkut pasir melebihi tonase hingga 40 ton, padahal kekuatan jalan hanya 20 ton.

Selain itu juga mereka mengangkut pasir dalam kondisi basah sehingga mudah terjadi kerusakan badan jalan.”Saat ini ruas jalan Rangkasbitung-Cikande, sudah tidak layak dilintasi karena kedalaman lubang 40 sampai 65 sentimeter,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, M Saleh mengatakan, kerusakan jalan yang terjadi di Banten, dikarenakan oleh kendaraan angkutan yang memuat barang melebihi kekuatan jalan yang hanya delapan ton.

“Jalan provinsi adalah jalan kelas III yang kemampuan hanya untuk muatan kendaraan delapan ton saja, tapi kenyataanya banyak kendaraan yang melintas memuat barang sampai  50 ton,” katanya.

Pemerintah Provinsi Banten katanya, pada APBD 2011 ini telah menganggarkan dana untuk perbaikan dan pembangunan jalan sebesar Rp313 miliar.”Tahun 2011 ini kami akan memprioritaskan jalan di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak,” katanya

Sementara dari data yang ada, untuk kondisi jalan provinsi yang rusak saat ini, sebanyak 18 persen dari jalan provinsi sepanjang 770 kilometer. Sedangkan 36 persen dalam kondisi baik, dan 45 persen dalam kondisi rusak sedang.

Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi prioritas perbaikan pada 2011, diantaranya jalan Cikande-Rangkasbitung sepanjang 9,3 meter dengan anggaran Rp32,9 miliar dari APBD dan APBN.

Kemudian pembangunan jalan baru dari Tanjung Lesung – Sumur sepanjang 15 kilometer, dianggarkan Rp7,76 miliar. Jalan Legok-Parung Panjang sepanjang 2,5 kilometer dengan anggaran Rp9 miliar.

Diketahui sebelumnya, ada dugaan pemberian fasilitas lebih yang terkuak saat pertemuan antara Forum Peduli Masyarakat Jalan Cirabit ( Cikande – Rangkasbitung) dengan sejumlah pejabat terkait di Banten, yakni Kepala Bidang Pengawasan Jalan Dishubkominfo Banten.

Dimana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, diduga sebagai penyumbang terbesar kerusakan ruas jalan Cikande – Rangkasbitung sepanjang 26 kilo meter. Dugaan tersebut menyusul diabaikannya SK Menteri Perhubungan Tentang Kebijakan Road Map To Overloading Muatan.

Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan terhadap pengawasan lalu lintas angkutan jalan, Dishubkominfo Banten diduga telah memberikan fasilitas lebih kepada para pengusaha angkutan galian pasir dengan dalih “kesepakatan”. | Yus

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *