120×600 [tma]
120×600 [tma]

Mayjen TNI (Purn) H Syamsu Djalal SH MH: Kondisi Bangsa Ini Kian Memprihatinkan

Dari kiri : Ketua Umum NCW Drs. Syaiful Nazar, Ketua Dewan Pembina NCW Mayjen TNI (Purn.) H Syamsu Djalal, SH. MH., Dewan Penasehat NCW Drs H Sofyan Abdurrachman, M Erzi Zulfian, SH, Meidi Mulya.

Bogor, Koran Transaksi.com - Mantan Dan Puspom Mayjen TNI (Purn) H Syamsu Djalal SH MH mengatakan kondisi bangsa Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Kekacauan dan kekerasan masih terus berlangsung dimana-mana, bahkan angka kemiskinan terus bertambah.

“Terus terang saya menilai Presiden SBY tidak tegas, sangat memprihatinkan. Peristiwa Cikeusik Banten dan Peristiwa Pasuruan adalah contohnya. Ada apa dengan negeri ini? Negeri ini sedang membutuhkan  presiden gila, ya presiden yang gila untuk mensejahterakan rakyat. Di Jakarta mungkin tidak terasa, tapi kehidupan masyarakat di daerah sangat susah,” ujar Syamsu Djalal, saat memberikan pengarahan pada Rapat Pelno I Nasional Coruption Watch (NCW), di Hotel Graha Dianar, Cisarua, Bogor, Kamis (17/2).

Mantan Dan Puspom TNI itu tampaknya tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Preiden SBY. “Sebagai tentara dan sebagai senior SBY, saya kurang melihat greget presiden kita ini. Pada periode pertama pemerintahannya, untung  ada Pak JK sebagai Wapres, kalau  Boediono kan pemalu dan nurut saja,” ujar Syamsu Djalal, yang juga Ketua Pembina NCW itu.

 

Bekerja Tulus

Dipercaya sebagai Ketua Pembina NCW, Syamsu Djalal mengaku menerimanya dengan tulus. “Prinsip hidup saya bekerja dan menjalaninya dengan tulus, bukan dengan fulus. Saya juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina Koperasi Taksi (Kosti),” ujar lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1965 itu.

Untuk itu Syamsu Djalal yang pernah dipercaya sebagai Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) di Kejaksaan Agung itu, mengajak seluruh rekan-rekan pengurus dan aktivis NCW membangun kebersamaan di NCW, tidak saling salah-menyalahkan. “Kita harus tulus, disiplin dan bekerja keras agar NCW bermanfaat untuk bangsa ini,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Rapat Pelno I NCW, di Hotel Graha Dianar, Cisarua, Bogor, yang dihadiri 29 peserta itu, dilaksanakan dalam rangka persiapan NCW bekerja sama dengan Koran Transaksi memberikan piagam penghargaan Golden Press Awards bagi anak bangsa yang peduli dan dekat dengan pers serta memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi, untuk memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2011.

Menurut Drs Syaiful Nazar selaku penanggung jawab acara, awal penyerahan penghargaan Golden Press Awards akan dilaksanakan pada hari Jumat (25 Februari 2011) berubah menjadi tanggal 9 Maret 2011. “Perubahan itu dilakukan setelah mendengarkan pendapat dan masukan dari seluruh peserta rapat dan ditetapkan dengan tanggalnya sama dengan tanggal Hari Pers Nasional, yaitu tanggal 9.

Dengan demikian, acara Golden Press Awards dilaksanakan pada hari Rabu (9 Maret 2011) pukul 14.00 WIB sampai selesai, di Jakarta Media Center (JMC), Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No.34 Jakarta Pusat. Panitia telah menyediakan 200 undangan dan siap disampaikan. Kami mohon dukungan semua pihak agar acara berjalan sesuai harapan,” ujar Syaiful Nazar.

Program itu mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Pembina NCW Mayjen TNI (Purn) H Syamsu Djalal SH MH. Mantan Dan Puspom TNI yang dikenal bersih ini, mengatakan bahwa program ini bisa menjadi salah satu perekat bagi para penyelenggara negara, tokoh bangsa, tokoh agama, aktivis penggiat anti korupsi dan insan pers sendiri.

Sementara itu Ketua Panitia Bersama Golden Press Awards (GPA) Alex Pang, mengatakan bahwa sumber inspirasi pemberian penghargaan ini adalah minimnya penghargaan yang diberikan oleh Pers terhadap kinerja anak bangsa baik itu birokrat, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat daerah, pengusaha dan juga aktivis. “Termasuk pemberian penghargaan terhadap sesama insan pers itu sendiri,” imbuh mantan wartawan The Indonesian Obsever itu. | Red

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *