Petugas Bea Cukai Indonesia Lebih Kecil Dari Malaysia

Jakarta, Trans – Dengan kondisi geografis yang luas dan perekonomian yang terus meningkat, Indonesia hanya punya sekitar 10.000 orang petugas bea dan cukai. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan Malaysia.

“Menyangkut bea cukai ini ada pemikiran dari Menteri Keuangan untuk menambah jumlah petugas bea cukai. Dikatakan Malaysia saja memiliki 15.000 petugas bea dan cukai, sedangkan kita hanya 10.000 sekian,” sebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat pembukaan rapat terbatas di Kantor Kementerian Keuangan Jumat (27/7).

Dijelaskan Yudhoyono, penerimaan bea dan cukai mengalami peningkatan tiap tahunnya. Tahun 2009, penerimaan sebesar Rp77 triliun. Tahun 2011 meningkat menjadi Rp133 triliun. Peningkatannya, hampir dua kali lipat dalam rentang waktu 2009-2011.

Presiden pun mengatakan, penerimaan bea dan cukai masih punya ruang untuk meningkat. Pasalnya, kata dia, sekalipun sudah berbenah diri masih ada penyimpangan dan kesalahan dalam proses penerimaan. Sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan, Pemerintah pun berencana menambah petugas bea dan cukai.

Presiden mengatakan, hal ini adalah saran dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Ia pun memandang jumlah petugas bea dan cukai yang dipunyai Indonesia sekarang ini tak sebanding dengan kondisi ekonomi dan geografis. “Volume trade sekarang dan ke depan akan lebih meningkat lagi,” lanjutnya.

“Sehingga saya sudah meminta untuk dibicarakan baik-baik berapa jumlah yang tepat. Tidak lebih, tidak kurang,” tandas Presiden.

 

Menentukan Perekonomian

Presiden Yudhoyono mengatakan kebijakan fiskal, terutama yang terkait dengan perpajakan dan bea cukai sangat menentukan bagi perekonomian nasional.

“Pajak serta bea dan cukai itu bukan hanya penting sebagai sumber penerimaan negara, tetapi kalau sistem perpajakan dan sistem kepabeanan serta cukai itu tepat, benar dan adil maka perekonomian nasional bukan hanya terus tumbuh tapi juga berkelanjutan dan juga membawa keadilan bagi semua,” ungkapnya saat pembukaan rapat terbatas di Kantor Kementerian Keuangan Jumat (27/7).

Sebaliknya, kata Yudhoyono jika sistem perpajakan dan bea cukai tidak baik, banyak distorsi karena secara struktural tidak benar maka akan berpengaruh langsung baik bagi penerimaan negara secara umum maupun bagi pergerakan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, “Saya ingin memberikan atensi khusus, bukan hanya kebijakan dan regulasinya, tapi manajemen dan implementasi dari perpajakan serta bea dan cukai,” jelasnya. | SN

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in