Soal Dugaan Korupsi Al Quran NCW Dukung Zulkarnaen Kooperatif Terhadap KPK

Tidak perlu berspekulasi secara berlebihan setelah Zulkarnaen ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi anggaran pengadaan Alquran.

 

Jakarta, Trans — Setelah sempat tidak menampakkan diri pasca-ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama, Zulkarnaen Djabbar akhirnya membuat pernyataan, dengan menyampaikan permohonan maaf terhadap Partai Golkar dan keluarga besarnya.

Permintaan mohon maaf itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW) Drs Syaiful Nazar. “Semua pihak harus menghormati permintaan maaf itu. Kasus dugaan korupsi Al Quran jangan terlalu digoreng-goreng. NCW secara lembaga juga mendukung Zulkarnaen Djabbar akan kooperatif kepada KPK,” ujar Syaiful kepada Koran Transaksi di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Syaiful, sudah sepantasnya memang Zulkarnaen taat hukum dan akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Jadi, lanjutnya, jika para relasi agak kesulitan menghubungi Zulkarnaen setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka, bukan berarti ia melarikan diri. “Mungkin hanya membatasi berkomunikasi dengan publik saja. Saya pun menghormati beliau sebagai salah satu tokoh masyarakat Minang di DKI Jakarta ini,” tuturnya.

Ketua Umum NCW itu juga setuju jika Zulkarnaen tidak menjelaskan substansi persoalan kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran yang dihadapinya kepada publik, karena kasusnya sedang diproses oleh KPK.

Zulkarnaen sendiri berjanji akan mengklarifikasi masalah itu sejelas-jelasnya kepada KPK, pada saat dirinya diperiksa. “Apa yang saya lihat, dengar, dan tahu nanti saya sampaikan nanti pada saat diperiksa KPK,” jelasnya. Zulkarnaen pun menegaskan, dirinya akan terus bersikap kooperatif.

Informasi mengenai penetapan diri saya sebagai tersangka, tentu mengejutkan banyak pihak, keluarga besar Zurkarnaen maupun Partai Golkar. Karena itu, dia dengan rendah hati memohon maaf kepada semua pihak yang terkejut atas kabar kasus yang di hadapinya.

Zulkarnaen menegaskan, dirinya belum pernah dimintai keterangan oleh penyidik KPK, tapi telah ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, menurut Zulkarnaen, dirinya tetap mengapresiasi kerja KPK, akan bersikap kooperatif dan berjanji tidak akan melarikan diri.

“Saya tetap mengapresiasi kerja KPK, termasuk ketika petugas KPK melakukan penggeledahan di rumah dan ruang kerja saya di DPR untuk mencari barang bukti. Saya menghormati KPK,” ucapnya.

 

Jangan Berspekulasi

Syaiful mengingatkan semua pihak, termasuk pengamat hukum dan politisi, agar tidak terlalu banyak berspekulasi setelah Zulkarnaen ditetapkan sebagai tersangka korupsi anggaran pengadaan Alquran oleh KPK.

“Kasus itu disebut-sebut belum tentu mempengaruhi citra partai Golkar secara langsung. Jangan pula dikatakan soliditas Partai Golkar otomatis terancam menyikapi kasus tersebut,” ujarnya.

Ketua Umum NCW itu mengemukakan ketidaksetujuannya terhadap pendapat Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar, terkait kemungkinan yang akan terjadi pasca penetapan status tersangka Zulkarnaen. “Belum tentu terjadi pecah kongsi baik pro dan kontra dalam kasus ini,” katanya.

Sebagaimana diberitakan media massa, Zainal Arifin Mochtar mengatakan bahwa ada kecenderungan pecah kongsi menjadi dua kubu, tapi mungkin juga korupsi tersebut tidak bisa menetes ke semua kader Golkar lainnya, sehingga tidak mengakibatkan dampak yang besar di internal Golkar. | Tim NCW

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in