60 Persen Pekerja Konstruksi Lulusan SD

Jakarta, Trans—Jumlah pekerja bangunan lulusan universitas (S1) hanya 10 persen dari keseluruhan tenaga konstruksi di Indonesia. Mayoritas atau 60 persen pekerja konstruksi rata-rata lulusan Sekolah Dasar (SD) dan 30 persen lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Soeharsojo, di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Kamis pekan lalu.

Menurutnya hal itu yang menyebabkan banyak bangunan di Indonesia hanya sekedar asal berdiri, tanpa jaminan berapa lama bangunan akan bertahan. “Ini sebenarnya yang harus jadi perhatian kita semua,” ujarnya.

Menurutnya rendahnya tingkat pendidikan ini yang membuat skill dalam peletakan batu, merapihkan tembok tidak memadai. Hal ini perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang diadakan baik pemerintah, Jamsostek ataupun Gapensi.

Pekerja konstruksi yang berpendidikan rendah biasanya ditarik untuk suatu pekerjaan konstruksi seperti pembangunan perumahan. Namun untuk pembangunan jalan layang atau tol dengan banyak alat berat lebih banyak memiliki skill yang baik.

Menurutnya, masyarakat selalu berpikir jika membangun rumah, terutama bukan rumah bertingkat, merupakan hal mudah dan siapapun bisa melakukannya. Untuk itu perlu adanya usaha peningkatan kualitas pekerja konstruksi agar mutu yang dihasilkan bisa lebih baik. | Ramoti

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in