120×600 [tma]
120×600 [tma]

Mengungkap Kebohongan Publik Sumarecon Bekasi

Warga Bekasi mempertanyakan komitmen Sumarecon Bekasi untuk mewujudkan pembangunan fly over. Jangan hanya meraup keuntungan.

Lokasi pembangunan tiang pancang fly over perumahan Sumarecon Bekasi. Sejak Penjualan perdana cluster Palm & Maple Residence, Sabtu 24 April 2010, sudah terjual habis 100 %, 475 unit rumah.

Bekasi, Koran Transaksi.com - Masih segar dalam ingatan berita Koran Transaksi di rubrik khusus Trans Properti ‘Dengan Modal 2 Tiang Pancang, Sumarecon Bekasi Meraup Milyaran Rupiah’. Berita ini juga mendapat banyak respon dari berbagai belahan nusantara melalui situs www.korantransaksi .com, dan telepon langsung ke Redaksi Koran Transaksi.

Banyaknya respon dan tanggapan tersebut menggerakkan tim Redaksi Koran Transaksi untuk langsung on the spot, menelusuri lokasi perumahan Sumarecon Bekasi, Sabtu, 08 Januari 2011. Dari lokasi 2 tiang pancang fly over yang ditutupi pagar seng dengan diselimuti banner Sumarecon Bekasi, tim Transaksi mengarah ke perempatan bulan-bulan.

Namun, belum lewat jembatan pintu air depan Kantor Walikota Bekasi, kendaraan tim sudah terjebak macet. Kemacetan tersebut lebih parah karena disambut oleh melintasnya kereta api. Maka praktis untuk dapat melewati stasiun besar kereta api Kota Bekasi dan rel kereta, tim harus bersabar bermacet ria hingga hamper 1 jam.

“Gila ini dalam posisi tidak hari kerja bias macet sampai 2 jam, bagaimana kalau hari kerja?” kesal Ketua Nasional Coruption Watch (NCW) Drs. Sayful Nazar, yang ikut dalam robongan tim. Bang Sayful panggilan akrab Ketum NCW ini mengatakan kalau akses jalan menuju Sumarecon Bekasi lewat jalur ini praktis tidak akan ada pembeli rumah dengan harga selangit hingga milyaran rupiah per unitnya. Hanya dengan janji manis fly over Ahnmad Yani lah Sumarecon dapat meraup uang publik, katanya.

Sesudah lewat rel ternyata mobil tim terjebak lagi kemacetan karena sejumlah angkot koasi jurusan Bekasi – Babelan yang ngetem dan memutar masuk kawasan stasioun secara sembarangan. Kemacetan terus membuat tensi darah tinggi hingga pertigaan jalan pabrik kertas KBT.  Di pertigaan ini tim menemukan pebangunan jembatan yang ditutupi seng, dan ternyata jembatan ini adalah untuk menuju proyek pembangunan perumahan Sumarecon Bekasi.

Tim masuk ke lokasi tidak melihat adanya hiruk pikuk pembangunan. Sebagian lahan memang telah diurug tanah merah dan ada sedikit penebaran aspal. Diujung lokasi terlihat 2 unit truk tanah merah. Selebihnya tidak ada aktivitas yang tukang atau pekerjaan konstruksi lainnya.

Anehnya sudah hampir 1 tahun penjualan perdana Sumarecon Bekasi, namun di lokasi Tim Transaksi belum melihat adanya Rumah Contoh, sebagaimana biasanya Developer lakukan di lokasi proyek.

Keimbas Penangkapan Walikota

Pasca ditangkapnya Walikota Bekasi Mochtar Muhamad oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masyarakat Kota Bekasi terasa mulai mengkhawatirkan sejumlah kebijakan dan kinerja Pemkot Bekasi. Salah satunya adalah gebyar launching perumahan mewah Sumarecon Bekasi, yang ditandai dengan ‘ground breaking’ pembangunan flyover Jl. Ahmad Yani yang konon katanya akan dibiayai oleh Sumarecon Bekasi, persis di depan kantor walikota. Tidak tanggung-tanggung pembangunan fly over ini, transaksi nilai konstruksi mencapai Rp. 170 milyar.

Dengan bermodalkan 2 unit tiang pancang fly over di taman pertigaan jalan A. Yani dan Jl, Raya Bekasi, Sumarecon Bekasi telah pula melakukan penjualan produk perumahan mewah tersebut kepada masyarakat. Sesuai pemberitaan Koran Transaksi edisi lalu, dalam lauching Sumarecon Bekasi informasinya langsung diserbu calon pebeli/ konsumen.

Penjualan perdana cluster Palm & Maple Residence, hari Sabtu 24 April 2010, sudah terjual habis 100 %. Dengan total rumah yang terjual 475 unit, dengan harga mulai Rp. 500 juta hingga Rp. 1,3 milyar. Tidak pelak lagi dengan pemohon sekitar 1.000 calon konsumen dengan booking fee Rp. 3 juta praktis hari itu Sumarecon Bekasi langsung mengantongi duit Rp. 3 Milyar. Padahal  masyarakat, belum memiliki informasi yang pasti rumah siap huni.

Sementara itu bulan Oktober tahun lalu Sumarecon Bekasi juga telah meluncurkan penjualan perdana Cluster terbaru Acacia Residence. Belum ada keterangan resmi berapa unit rumah ini yang terjual dan berapa nilai transaksi uang muka (down payment) yang dikantongi bagian keuangan Sumarecon Bekasi.

Sorotan Publik

Warga Bekasi juga akhirnya banyak mempertanyakan komitmen Sumarecon Bekasi untuk mewujudkan pembangunan fly over tersebut, kapan pastinya dibangun. Ketua Umum National Coruption Watch (NCW) Drs. Sayful Nazar sebagai warga Kota Bekasi sangat konsern dengan hal ini dan mempertanyakan Direksi Sumarecon Bekasi agar memberikan informasi yang akuntabel dan transparan tentang kepastian pembangunan konstruksi fly over A. Yani.

Sayful menambahkan Jangan sampai dengan nama besarnya,Sumarecon Bekasi terus meraup keuntungan dari hasil penjualan rumah mewah yang mereka tawarkan di atas brosur, sementara kepastian kapan selesai fly over Ahmad Yani tidak ada. | Alx/Trans

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *