Pengusaha Angkutan Belum Siap Konversi BBM Ke BBG

Jakarta, Trans – Direktur Utama PT Arion Transport Murphy Hutagalung mengatakan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas bukan solusi tepat untuk menekan pemakaian BBM bersubsidi.

Rendahnya kemampuan penyediaan bahan bakar gas (BBG) menunjukkan konversi belum dapat dilaksanakan. “Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta belum siap, apalagi di daerah. Bagaimana pengisian bahan bakar bila infrastruktur tidak siap,” tegasnya ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (10/4).

Konversi BBM ke gas, menurut Murphy, sebaiknya dilaksanakan setelah infrastruktur tersedia. Bila tidak, hanya akan mematikan moda transportasi darat baik itu angkutan umum maupun angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Mantan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) itu menuturkan subsidi transportasi umum sebesar Rp4,8 triliun sebaiknya dialokasikan untuk menekan kenaikan tarif angkutan umum. Seperti, pembelian suku cadang kendaraan ataupun pembebasan pajak kendaraan bermotor.

Semula, pemerintah menganggarkan subsidi transportasi umum Rp4,8 triliun untuk menekan kenaikan tarif serta melindungi pengusaha angkutan umum tidak gulung tikar akibat dampak penaikan harga BBM. Namun, penaikan itu batal dari rencana semula pada 1 April 2012. | Firman K

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in