Proyek Urugan Tanah Merah Summarecon Bekasi Terancam Gagal

Proyek urugan tanah merah di lahan bekas sawah seluas 240 Hektar milik Summarecon Bekasi.

Bekasi, Koran Transaksi.com - Proyek urugan (fill) tanah merah untuk menguruk lahan bekas sawah seluas 240 Hektar milik Summarecon Bekasi terancam gagal. Tanah yang diperuntukkan untuk perumahan mewah itu yang posisinya berada di bawah posisi jalan umum sehingga berpotensi untuk banjir. Summarecon Bekasi berencana untuk membangun tahap pertama untuk membangun tiga cluster plus fasilitas jalan dan saluran air serta taman Summarecon Bekasi.
Dengan gagalnya proyek urugan ini tentu akan berdampak pada start awal pembangunan konstruksi rumah yang ditawarkan Summarecon Bekasi kepada calon konsumen. Dan ini sudah masuk dalam kategori Pembohongan publik.
Tiga cluster yang sudah dijual oleh Summarecon Bekasi ke public adalah cluster Palm Residence, cluster  Maple Residence, dan cluster Acacia Residence. Penjualan perdana cluster Palm & Maple Residence pada hari Sabtu 24 April 2010, sudah terjual habis 100 %. Dengan total rumah yang terjual 475 unit, dengan harga mulai Rp. 500 juta hingga Rp. 1,3 milyar.
Kalau diambil rata-rata transaksi harga termurah saja 457 unit X Rp. 500.000.000,- maka total transaksi yang berhasil diperoleh Summarecon Bekasi adalah Rp.238.500,000.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Delapan Milyar Lima Ratus Juta Rupiah)
Belum lagi booking fee pemohon sekitar 1.000 calon konsumen dengan booking fee Rp3 juta praktis Sumarecon Bekasi langsung mengantongi duit Rp3 Milyar. Padahal  masyarakat, belum memiliki informasi yang pasti kapan rumah yang mereka pesan berwujud menjadi rumah siap huni. Belum ada informasi pasti berapa Uang Muka (Down Payment) yang berhasil diraup Summarecon Bekasi dari transaksi penjualan 457 unit rumah yang sudah terjual.
Wartawan Koran Transaksi yang datang ke kantor Pemasaran Summarecon Bekasi belum berhasil bertemu dengan Executive Director atau General Manager Summarecon Bekasi. Trans Properti yang mencoba menghubungi petinggi Summarecon Bekasi melalui telepon marketing officenya, Resepsionis Summarecon Bekasi, Prita  mengatakan tidak bisa menghubungkan dengan petinggi Summarecon Bekasi.

Harga Minim
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan Tim Koran Transaksi bahwa proyek urugan tanah tersebut akan gagal karena harga yang diberikan Summarecon Bekasi kepada Kontraktor termasuk minim adalah Rp900.000,- (Sembilan Ratus Ribu) per truk tronton dengan volume sekitar 20 ton.
Di lapangan sejumlah spekulan proyek berkeliaran menawarkan proyek urugan Summarecon Bekasi ini. Wartawan Koran Transaksi sendiri sudah mendapat tawaran dari dua orang spekulan untuk mengerjakan proyek urugan perumahan bergengsi itu dengan harga penawaran Rp. 800 Ribu per rit. Sejumlah Kontraktor juga ditawarkan oleh main kontraktor Summarecon Bekasi untuk mensuplai tanah merah, namun karena harganya terlalu minim banyak kontraktor yang menolaknya.
Penolakan ini juga diperparah oleh situasi kemacetan menuju lokasi terutama pada pagi atau sore hingga malam hari pukul 21.00 WIB.
Sebagaimana dimuat pada Koran Transaksi edisi lalu Ketua Umum Nasional Coruption Watch (NCW) Drs. Syaiful Nazar, yang proaktif menyoroti gebyar pemasaran proyek Summarecon Bekasi ini mengatakan “Gila ini dalam posisi tidak hari kerja bias macet sampai 2 jam, bagaimana kalau hari kerja?” Bang Sayful panggilan akrab Ketum NCW ini mengatakan kalau akses jalan menuju Sumarecon Bekasi lewat jalur yang melewati rel kereta stasun utama Bulan-bulan Bekasi,  praktis tidak akan ada pembeli rumah dengan harga selangit hingga milyaran rupiah per unitnya. Hanya dengan janji manis fly over Ahnmad Yani lah Sumarecon dapat meraup uang publik, katanya.
Penjualan unit-unit rumah Summarecon Bekasi sudah hampir 1 tahun sejak penjualan perdana, namun di lokasi Tim Transaksi belum melihat adanya Rumah Contoh, sebagaimana biasanya Developer lakukan di lokasi proyek, bahkan pengurugan tanah juga terlihat belum tuntas.
Gebyar launching perumahan mewah Sumarecon Bekasi, yang ditandai dengan ‘ground breaking’ pembangunan flyover Jl. Ahmad Yani, informasinya akan dibiayai oleh Sumarecon Bekasi, dengan transaksi nilai konstruksi mencapai Rp. 170 milyar.
Dengan bermodalkan 2 unit tiang pancang fly over di taman pertigaan jalan A. Yani dan Jl. Raya Bekasi, Sumarecon Bekasi telah pula melakukan penjualan produk perumahan mewah tersebut kepada masyarakat. | Alx/Trans

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>