Anggota Polisi ‘Pencabut Nyawa’ Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

Jakarta, Trans – Ganjaran hukuman yang terlalu diberikan terhadap pelaku yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, dikhawatirkan tidak akan memberikan efek jera.

Itulah ocehan salah seorang pengunjung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (5 Juni 2012) pukul 15.00 Wib, ketika mendengar tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oman Setiawan SH kepada terdakwa  Hendromus Bisara—seorang anggota polisi dari Satuan Pol Airud. “Enak banget sih dia! Sudah membunuh, hukumannya juga ringan,” ucapnya.

Terdakwa  Hendromus Bisara, anggota Pol Airud, diadili terkait kealpaannya dalam menggunakan senjata api (pistol). Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menjatuhkan tuntutan selama 1 tahun penjara.

Padahal, peristiwa naas telah terjadi ketika Gulhermi F Subani, rekan kerja terdakwa Hendromus Bisara, pulang ke penginapan (mess) yang berlokasi di Jalan Enim Rt.005/010, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Pada saat pistol itu diletakkan, rupanya terdakwa Hendromus Bisara mengambilnya dan langsung mengarahkannya kepada Farid Hamdani Baranuri (korban), yang satu angkatan dengan dirinya. Pistol itu kemudian meletus yang mengakibatkan Farid Hamdani Baranuri (korban) meninggal dunia.

Namun, di hadapan majelis hakim, terdakwa Hendromus Bisara mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mempunyai niat untuk menghabisi korban. Pistol itu digunakannya hanya untuk menakut-nakuti rekannya yang telah menjadi korban.

“Sayang, pistol itu ternyata masih ada pelurunya,” ungkap terdakwa Hendromus Bisara, yang juga mengakui bahwa dirinya sempat datang lagi ke rumah keluarga korban untuk meminta maaf. Permintaan maafnya ternyata tidak diterima.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oman Setiawan SH mengatakan bahwa perbuatan terdakwa Hendromus Bisara terbukti bersalah dan melanggar Pasal 359 KUHP tentang Kealpaan, yang menyebabkan nyawa orang lain meninggal.

Namun, JPU hanya menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan.

Adilkah? Pastinya, sidang masih terus berjalan. Seperti dikatakan Hakim Ketua Zaini SH MH, didampingi hakim anggota Zainuri SH MH, dan Junilawati Harahap SH MH, agenda sidang selanjutnya mendengarkan pembelaan (pledoi). | Aston 

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in