Dugaan Korupsi Bantuan Kemendikbud Rp49 Miliar Mantan Rektor Untirta Diperiksa Kejati Banten

Serang, Trans – Mantan rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Prof Rahman Abdullah MS, mendadak menjadi sorotan berbagai kalangan belakangan ini. Namun, bukan karena prestasi yang ditorehkan saat menjadi rektor, melainkan karena dirinya diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Sang professor diperiksa terkait dugaan korupsi Proyek Pengadaan Barang/Jasa Paket Pekerjaan Pengadaan Peralatan Laboratorium Untirta dari senilai Rp49 miliar dari Kemendikbud melalui APBN-P Tahun Anggaran 2010 lalu.

Dalam kasus itu, Rahman memang diperiksa sebagai saksi. Selain untuk melengkapi berkas, tapi juga untuk mengetahui keterlibatan dirinya dalam kasus korupsi laboratorium Untirta.

Rahman telah menjalani pemeriksaan di Kejati Banten, Senin (4/6). Rahman tiba sekitar pukul 10.00 WIB didampingi kuasa hukum dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Untirta, Danial SH. Namun, Rahman tidak langsung diperiksa, dirinya hanya diminta menunggu penyidik melengkapi berkas.

Pemeriksaan terhadap Rahman sendiri baru dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB di ruang Kasi Penuntutan Kejati Banten, Alex Sumarna, SH. Dirinya baru keluar ruangan sekitar pukul 17.00 WIB dan meninggalkan kantor Kejati Banten.

Ditemui usai pemeriksaan, Rahman mengatakan, dirinya diperiksa masih seputar tupoksi dalam proyek pengadaan laboratorium di semua fakultas Untirta. “Tadi berapa pertanyaan yah, saya lupa. Hari ini sudah selesai, tapi kata penyidik akan ada panggilan lagi,” katanya.

Sementara sebelum pemeriksaan, Rahman mengatakan, dalam proyek pengadaan laboratorium di enam fakultas di Untirta itu dirinya hanya menerima laporan dan sudah sesuai spesifikasi. “Saya hanya terima laporan, dan laporannya sudah sesuai,” kata Rahman.

Koordinator penyidik, Alex Sumarna SH mengatakan, Rahman selain diperiksa sebagai saksi seputar tupoksinya dalam pengadaan laboratorium, juga untuk melengkapi berkas perkara ketiga tersangka, mantan Purek II Untirta, Sud, staf Bagian Umum dan Perlengkapan BAUK Untirta, EP dan Direktur PT PUM, RN. “Ada 13 pertanyaan yang kami tanyakan, seputar tupoksi kaligus kesaksian untuk ketiga tersangka,” katanya.

Alex mengatakan, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa panitia dari Untirta pada 4 Juni (hari ini-red). “Masih banyak panitia-panitia dari Untirta yang akan diperiksa. Ada yang sudah diperiksa sebelumnya, ada juga yang baru. Pemeriksaan dilakukan secara marathon,” kata Alex.

Asisten Intelejen Kejati Banten, Dicky Rahmat Rahardjo,SH mengatakan, jaksa penyidik dan jaksa peneliti dalam kasus ini sudah mulai melengkapi berkas perkara untuk kesiapan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Serang.

“Berkas tersangka Sud kan sudah lebih lengkap dibanding dua tersangka lainnya. Jadi, sekarang kami sedang mengejar pemberkasan untuk dua tersangka EP dan RN, karena masih banyak yang harus dilengkapi,” jelas Dicky.

Dicky juga mengaku hingga kini hasil kerugian keuangan negara yang diakibatkan kasus tersebut, belum final. Pasalnya, pihak badan pemeriksaan keuangan dan pembangunan (BPKP) masih perlu tambahan. “Masih ada yang harus dilengkapi. Yang jelas sudah ada hasil auditnya, tapi belum final,” katanya.

Dicky juga enggan berkomentar saat ditanya kemungkinan mantan rektor menjadi tersangka dalam kasus Untirta. | Yusvin

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in