Gara-gara Proyek, Pasangan Suami-Istri Dihadapkan Ke Pengadilan

Drs Mohammad Zainuddin saat memberikan keterangan.

Drs Mohammad Zainuddin saat memberikan keterangan.

Jakarta,  Trans – Sebagai seorang kepala rumah-tangga, terdakwa Fritz Simanjuntak memang pantas untuk diacungi jempol. Demi membela istrinya, ia rela dimasukkan ke dalam penjara. Hal itu dilakukan, agar sang istri tidak ikut merasakan derita seperti yang dirasakannya.

Pasangan suami-istri (Pasutri) yang diadili terkait kasus penipuan sehingga merugikan keuangan negara senilai Rp.186.970.000 itu, bermula saat terdakwa Fritz Simanjuntak dan terdakwa Sofia Bernike meminjam Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari CV Kintari Grafika untuk mendapatkan proyek. Karena merasa satu kampung, Atika Yuda Sari yang tak lain merupakan pemilik CV Kintari Grafika pun menyetujuinya.

Selanjutnya, pihak CV Kintari Grafika itu pun langsung memberikan surat-surat yang terdiri dari Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Sertifikat Kompetensi dan Kualifikasi, Surat keterangan domisili, Akte notaris, Surat keterangan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, SPT tahunan serta Pajak Penghasilan.

Setelah semua surat-surat itu diperoleh, terdakwa Fritz Simanjuntak dan terdakwa Sofia Bernike langsung mendaftarkan ke pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati untuk mengikuti proyek pengadaan komputer. Setelah melalui proses mekanisme, panitia lelang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati itu pun menetapkan bahwa CV Kintari Grafika dinyatakan sebagai pemenang.

Ketika barang (komputer) sebanyak 40 unit itu sudah dikirimkan, pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati, langsung melakukan pembayaran senilai Rp.186.970.000 kepada pihak CV Kintari Grafika. Tidak lama kemudian, pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati menemukan kejanggalan bahwa bukti pembayaran pajak atas perjanjian/kontrak tentang pengadaan peralatan/revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati dengan nomor kontrak 081/101.2/ SMK Barunawati/LL/XI/2008 tanggal 28 November 2008 dari pihak CV Kintari Grafika yang menyatakan telah membayar pajak senilai 16.997.300 yang dikirimkan melalui fax, ternyata tidak bisa terbaca.

Seketika itu juga, pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati mengirimkan surat untuk meminta bukti pembayaran pajak yang sudah dibayarkan oleh pihak CV Kintari Grafika. Namun, jawaban yang diberikan oleh pihak CV Kintari Grafika mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah mengikuti kegiatan pengadaan barang di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati.

Pada sidang sebelumnya, saksi Drs Mohammad Zainuddin yang tak lain merupakan kepala sekolah di SMK Barunawati, mengatakan bahwa pihaknya pernah melakukankan proyek tentang pengadaan barang berupa komputer senilai Rp.186.970.000. Ketika Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) itu dibuat, terdakwa Sofia Bernike pernah mengatakan agar dirinya tidak usah ikut campur.

Saksi Drs Mohammad Zainuddin juga menambahkan bahwa ia tidak tahu apa hubungan terdakwa Fritz Simanjutak dan terdakwa Sofia Bernike dengan pihak CV Kintari Grafika.

Selasa, 19 Maret 2013, pukul 15.00 wib, dihadapan majelis hakim, terdakwa Sofia Bernike mengatakan bahwa awalnya, ia dan terdakwa Fritz Simanjuntak mendapatkan proyek dari saudara Parni Simanjuntak. Proyek yang didapatkan itu, berjumlah 33 paket (lokasi). Namun, mereka hanya mendapatkan 1 paket dari pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati untuk pengadaan komputer sebanyak 40 unit.

Setelah barang (komputer) itu dikirimkan, pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati itu pun  melakukan pembayaran senilai Rp.186.970.000. Selanjutnya uang tsb, langsung dikirimkan ke rekening saudara Parni Simanjuntak.

Sementara itu, menurut keterangan terdakwa Fritz Simanjuntak, pada tahun 2007 lalu, ia pernah mendapatkan proyek senilai Rp.500 juta dari Dinas Pendidikan. Selain itu, ia pernah mendapatkan proyek dari Sudin Pemakaman dan Dinas Perhubungan laut.

Terdakwa Fritz Simanjuntak juga mengatakan, setelah mendapatkan proyek, ia sendirilah yang mengirimkan komputer sebanyak 40 unit ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati.

Terkait dengan masalah pajak senilai Rp.16.997.300 itu, ia mengaku tidak tahu. Yang lebih mengherankan lagi, mengapa kasus ini justru dilaporkan oleh orang yang tidak ada kaitannya dengan pihak CV Kintari Grafika. Kalau memang dirinya bersalah, seharusnya pihak CV Kintari yang membuat laporan.

Terdakwa Fritz Sianjuntak juga mengatakan bahwa orang ke-3 yang melaporkan perkaranya ini, dituding mempunyai rencana untuk menjelek-jelekkan dirinya.

Hakim ketua Y Wisnu Wicaksono, SH. MH yang didampingi hakim anggota Richard Silalahi SH MH dan Henry Tarigan SH MH mengatakan untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu ke depan. | Aston

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in