Ada Persoalan di Rekrutmen CPNS Cilegon

Cilegon, Koran Transaksi.com – Perekrutan CPNS di Kota Cilegon bermasalah. Pasalnya, ditemukan peserta tes kelahiran 1972 atau berusia 38 tahun, namun lulus pada seleksi CPNS Cilegon. Sementara diketahui, bahwa batas minimum usia yang diperbolehkan adalah 35 tahun.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Forum Komunikasi Guru dan Tata Usaha Honorer (FKGTH) Cilegon, Martin Al-Qosim, Jum’at (10/12).“Saya melihat kejanggalan pada perekrutan CPNS tahun ini, khususnya pada formasi guru. Seorang peserta CPNS untuk guru Penjas berusia 38 tahun, dinyatakan lulus CPNS oleh BKD,”ujarnya.

Martin juga menuding, bahwa BKD Kota Cilegon “tidak bekerja” dengan baik, terutama dalam hal sosialisasi aturan tes CPNS pada tahun ini. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya berkas tes untuk formasi guru yang dikembalikan, karena berkas tidak lengkap.

Terpisah, Kepala BKD Kota Cilegon, Edy Syuaedy S Alie, mengatakan perekrutan bagi peserta tes diatas 35 tahun, diperbolehkan dengan catatan menyertakan surat keterangan pengalaman kerja pada bidang yang sama selama 13 tahun delapan bulan.

“Itu kan sudah diumumkan melalui pengumuman CPNS. Lagi pula aturan ini ditetapkan BKN, dan berlaku diseluruh Indonesia,”sanggah Edy. Edy juga membantah, bahwa BKD kurang dalam hal mensosialisasikan kelengkapan persyaratan. Sebab, aturan pada perekrutan CPNS juga telah disosialisasikan melalui media.

Untuk berkas guru yang dikembalikan, kata Edy, hal itu disebabkan karena pelamar tidak menyertakan sertifikat mengajar sesuai ketentuan pada formasi itu. “Misalkan untuk guru SMU, tapi sertifikatnya untuk mengajar SD. Berarti itu tidak sesuai. Nah itu jelas akan dikembalikan,” ujar Edy.

Pada bagian lain, BKD Cilegon akan mengumpulkan 207 peserta yang lulus CPNS di Aula Setda II Senin (1/12) mendatang. Mereka akan diberikan arahan terkait cara melakukan pemberkasan yang benar. | Yus

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in