120×600 [tma]
120×600 [tma]

Bantai Takim Darmotejo : Jadi Pemimpin Jangan Seperti Jeruk Makan Jeruk

Bantai Takim DarmoTejo saat di wawancarai di Padepokan Agung Sanghyang Jati Gunung Selok Srandil Cilacap

Cilacap, Koran Transaksi.com – Sang pencipta sedang murka karena kehidupan di bumi nusantara ini banyak pemimpin kurang berpihak pada rakyat kecil dan tatanan sopan santun sebagai adat istiadat budaya yang luhur sudah mulai luntur di kalangan masyarakat indonesia. “Janganlah jadi pemimpin seperti jeruk makan jeruk,” tegas Bantai Takim Darmo Tejo.

Bantai Takim Darmo Tejo adalah Pendeta agama Budha yang tingggal di Padepokan Agung sanghyang Jati  Gunung Selok atau yang sering disebut Panembahan jambe lima Srandil Cilacap. Beliau sangat prihatin dengan keadaan negeri ini yang sepertinya bencana tidak henti-hentinya melanda hampir di seluruh indonesia. “Orang sudah tidak malu lagi mencuri uang rakyat atau yang sekarang orang bilang sering di sebut korupsi,” kata Darmotejo kepada Koran Transaksi.

Lebih lanjut Darmotejo mengatakan negeri ini sebenarnya adalah negeri yang sangat kuat dan kokoh bahkan ketangguhan dan kekokohan itu telah terbukti. “Kejayaan nusantara tersohor sampai ke semenanjung Madagaskar seluruh kawasan asia tenggara adalah masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Ini membuktikan Nenek Moyang Bangsa indonesia adalah Bangsa yang sangat tangguh dan kokoh bukan bangsa yang cengeng atau bangsa yang manja tapi bangsa yang suka bekerja keras dan taat kepada sang penciptanya,” jelasnya.

Bukti yang lain yang menjadi ketangguhan bangsa ini adalah bangunan Candi Borobudur. Bagaimana mungkin bangunan sebesar itu dibangun disaat orang belum mengenal semen, beton, atau ilmu arsitektur seperti zaman sekarang ini? Namun bangunan itu mampu bertahan berabad abad tanpa harus memboroskan anggaran rakyat, malah keindahan dan kegagahan candi borobudur dapat menjadi salah satu ke ajaiban dunia. “Inilah bedanya nenek moyang kita membangun dan bangunannya dapat diturunkan sampai ke anak cucu dari generasi ke generasi tanpa kita harus berpinsip jeruk makan jeruk,” teganya.

Darmotejo berharap, sebagai bangsa yang besar untuk melestarikan dan menjunjung tinggi budaya nenek moyang agar budaya bangsa Indonesia tidak punah di makan zaman, sehingga bisa di klaim oleh negeri lain.

“Dengan segala syukur yang diberikan oleh sang maha pencipta mari kita sebagai manusia untuk tetap bersyukur dan dapat mendarma baktikan hidup kita kepada tuhan sang pencipta alam dan jagad raya ini. Yang jadi pemimpin jadilah pemimpin yang baik, yang jadi rakyat jadilah rakyat yang baik. Kalau kehidupan antara atas dan bawah sama – sama baiknya maka jeruk makan jeruk tidak akan terjadi,” tegasya. | Rudi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *