Banyak Hewan Kurban Belum Cukup Umur

Padalarang, Trans - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan hewan kurban domba yang usianya belum mencukupi untuk dikurbankan. Hal ini terungkap setelah tim pemeriksa kesehatan melakukan pengecekan dan memberikan label sehat.

“Setelah kita melakukan pengecekan ke depot-depot yang menyediakan hewan kurban, kebanyakan domba yang dijual belum siap umur,” jelas Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Disnakan KBB, Asep Setiawan di Padalarang, Jumat (19/10).

Menurut Asep, pihaknya selama melakukan pemeriksaan di beberapa depot menemukan sekitar 150 ekor hewan kurban yang tidak bisa dipotong, karena rata-rata usia domba tersebut di bawah umur 1 tahun.

“Kita melakukan pemeriksaan dari gigi domba yang belum tanggal, sehingga dipastikan usia domba di bawah 1 tahun,” katanya.

Selain menemukan domba yang belum siap dikurbankan, pihaknya juga menemukan 3 ekor domba yang sakit, setelah dilakukan pemeriksaan pada beberapa organnya, seperti mata, mulut, gigi, dan hidung. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan dengan pengecekan turgor (penarikan kulit) untuk melihat apakah domba-domba tersebut dehidrasi atau tidak.

“Rata-rata sakit mata karena kena debu dan ORP (borok) di bagian mulut. Tapi masih bisa diobati dengan diolesi yodium,” jelasnya.

Asep mengimbau kepada calon pembeli agar membeli hewan kurban layak potong dan telah diberi label sehat oleh Disnakan KBB. Tujuannya untuk menghindari penyakit hewan yang dapat menular pada manusia.

Sementara itu, pemerintah perlu mewaspadai persediaan sapi pasca-Idul adha, karena persediaan selalu kurang. “Persediaan sapi pasca-Idul adha selalu kurang karena semua terserap untuk kurban. Sehingga perlu diperhatikan oleh pemerintah,” jelas Ketua Asosiasi Persatuan Pengusaha Daging Sapi Indonesia (Appdasi) Jawa Barat, Dadang Iskandar, Jumat (19/10).

Dikatakannya, pada momen Idul adha persediaan sapi banyak terserap untuk kebutuhan kurban. Namun untuk di wilayah Jawa Barat biasanya permintaan dan kebutuhannya sangat tinggi, seiring banyaknya acara pernikahan. “Pada bulan Rayagung biasanya banyak acara pernikahan sehingga permintaan daging sapi melonjak,” jelasnya.

Tingginya permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi membuat harganya pun mengalami kenaikan. Hal tersebut diperparah dengan persediaan sapi yang sangat terbatas. Sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada lonjakan harga.

Harga daging sapi saat ini Rp75.000-Rp85.000/kg, namun seminggu setelah Idul adha bisa naik sekitar Rp5.000/kg menjadi Rp80.000-Rp90.000/kg.

“Pemerintah harus bisa mengantisipasinya, karena jika dibiarkan akan merugikan masyarakat. Pemerintah harus menjaga distribusi dan kestabilan pasokan sapi dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga persediaan bisa tetap terjaga,” jelasnya. | Eyos

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in