Dana Cadangan Pilkada Rp 24 M

Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri1Cilegon, Trans – Mulai 2013 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan menyicil anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon yang akan digelar 2015 mendatang. Anggaran yang dialokasikan pada pos dana cadangan ini, diproyeksikan mencapai Rp 24 miliar.

Pemkot pun telah menyisipkan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada APBD 2013. Rencananya, anggaran itu akan ditambah pada APBD Perubahan 2013 sebanyak Rp 5 miliar.

“Satu tahunnya kami anggarkan Rp 10 miliar, yakni APBD Reguler Rp 5 miliar dan APBD Perubahan Rp 5 miliar. Sementara pada 2015 nanti, kami anggarkan Rp 4 miliar, sehingga totalnya akan mencapai Rp 24 miliar,”ujar Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Cilegon, Septo Kalnadi.

Menurutnya, kebijakan menyicil dana pilkada ini dilakukan setelah ditetapkannya Perda Dana Cadangan Pilkada pada 2012 lalu oleh DPRD Cilegon. Kebijakan serupa pernah dilakukan menjelang Pilkada 2010. “Yang seperti ini sempat dilakukan beberapa tahun lalu,” ujarnya. Hal ini guna mengantisipasi tidak terbebaninya APBD Cilegon saat pilkada dilaksanakan.

Total besaran dana cadangannya pun diproyeksikan siap untuk pelaksanaan pemilihan hingga putaran dua. “Berdasarkan pengalaman Pilkada 2010, satu putaran saja menghabiskan kurang lebih Rp 12 miliar. Jadi jika memang saat Pilkada 2015 terjadi dua putaran, maka kita telah siap secara anggaran,” tutur Septo.

Anggaran ini akan dicairkan ketika tahapan Pilkada 2015 mulai dilakukan, diperkirakan pada September 2014 mendatang. “Ketika tahapan pilkada dimulai, KPU (Komisi Pemilihan Umum) Cilegon sudah bisa menyerap anggarannya. Tahun lalu sih tahapannya mulai September, sepertinya pada Pilkada 2015 mendatang juga di sekitar bulan yang sama,” terangnya.

Pada bagian lain, Ketua KPU Cilegon, Syaeful Bahri, mengaku tidak dilibatkan pada perencanaan penyediaan anggaran Pilkada 2015 mendatang. Ini lantaran penetapan pengadaan dana cadangan dilakukan setelah DPRD Cilegon membentuk Panitia Khusus Dana Cadangan Pilkada 2015.

“Alokasi anggaran ini bukan usulan KPU Cilegon, melainkan hasil pembahasan Panitia Khusus Dana Cadangan Pilkada 2015 DPRD Cilegon. Bahkan penganggaran ini dilakukan setelah DPRD memparipurnakan hasil pembahasan pansus kedalam bentuk perda,” ungkapnya.

Di satu sisi, KPU Cilegon tengah dirundung masalah dengan belum adanya alokasi anggaran untuk pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). “Jangankan penganggaran, informasi akan ada anggaran saja belum terdengar sampai sekarang,” katanya.

Padahal, lanjut Syaeful, pihaknya membutuhkan anggaran untuk pelaksanaan tahapan pileg pada Januari ini. Salah satunya pembahasan penetapan kursi dan daerah pemilihan (dapil) dan perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).

“Kami lagi kebingunan dengan belum adanya anggaran pileg ini. Bagaimana kami bisa melakukan tahapan pemilu kalau begini jadinya,” keluhnya. | Yus

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in