DPC AKLI Blitar Adakan Listrik Murah Bagi Masyarakat Miskin

Blitar, Trans - Listrik merupakan suatu kebutuhan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat, yang juga merupakan sarana peningkatan kualitas hidup dan mempertinggi kesejahteraan masyarakat. Tak terkecuali bagi masyarakat miskin di Kota dan Kabupaten Blitar yang belum mempunyai listrik sendiri, listrik memang sangat dibutuhkan.

Untuk memnuhi kebutuhan itu, Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) DPC Blitar membuat gebrakan, yaitu biaya pasang baru lisrtik murah bagi pemohon baru.

“Program listrik murah sudah berjalan dua bulan. Allhamdullilah sudah banyak masyarakat yang kurang mampu di Kota/Kabupaten Blitar mendaftar kepada anggota AKLI, bahkan sebagian besar pemohon sudah menyala ,” ujar Said Novandi ST, Ketua DPC AKLI Blitar, kepada wartawan Koran Transaksi, di kantornya.

Dia menjelaskan, Program listrik murah itu seharaga Rp.1.100.000,- untuk masyarakat yang kurang mampu,  dengan daya 450 VA. “Tekniknya, sesuai standart,” ujarnya.

Said Novandi menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kesepakatan/keputusan seluruh anggota DPC AKLI Blitar, yang didasari dari rasa kepedulian dan keprihatinan para anggota AKLI terhadap masyarakat  kurang mampu dan selama ini belum mendapatkan aliran listrik, karena biaya pasang baru terlalu mahal.

“Seperti yang kita ketahui bersama masih banyak masyarakat kurang mampu di kabupaten maupun kota Blitar yang belum mempunyai penerangan listrik di rumahnya. Mereka terpaksa menyalur dari tetangganya atau saudaranya yang berdekatan dengan rumahnya. Padahal, cara menyalur tersebut sangat membahayakan,” terangnya.

Biaya pasang baru listrik memang malal bagi orang miskin, yakni berkisar Rp.2 juta hingga Rp.2,5 juta. Namun, Said Novandi mengaku, dengan adanya gebrakan yang dilakukan bersama anggotanya muncul tanggapan-tanggapan pro dan kontra dari kalangan masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha kelistrikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dari pihak PLN juga ikut menanggapi.

“Terpenenting adalah program yang dilakukan oleh DPC AKLI Blitar tersebut tidak menyalahi atau bertentangan dari ketentuan Dewan Pimpinan Pusat AKLI. Karena jika dihitung dari dari biaya Rp.1,1 juta dengan daya 450 VA (tekniknya standart), pihak insalatir/kontraktor listrik sudah mendapatkan untung tetapi tidak begitu besar,” ujarnya.

Namun, Said Novandi berharap kepada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memberikan bantuan subsidi dari APBD untuk biaya pasang baru listrik bagi masyarakat miskin yang belum mempunyai listrik.

“Karena untuk Pemeritah Kota Blitar tahun ini sudah dianggarkan dalam APBD untuk subsidi biaya pasang baru listrik kepada masyarakat miskin,” terang Said Novandi. | Fauzy

FacebookTwitterGoogle+Share

One comment

  1. bagaimana caranya karena dibengkulu pemasangan mencapai 3,5 jt. ?….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>