GPI Akan Laporkan Investor Pabrik Gula

Blitar, Trans - Upaya yang dilakukan untuk memuluskan rencana pembangunan pabrik gula di  Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kab Blitar oleh PT Kencana Gula Manis, dinilai sudah keterlaluan.

Ketua GPI Joko Prasetyo mengungkapkan bahwa untuk memuluskan pembangunan pabrik gula itu, Mbok Mud (Mudrikah), 70 tahun, warga RT.01 RW.02 Lingkungan Bence Kelurahan Bence, dibuat kaget dengan adanya buku Tabungan  Simpedes BRI Unit Kecamatan Garum Nomor Rekening 6168-01-008565-53-9 dengan saldo Rp.127.343.964.000,-

“Padahal, Mbok Mud tidak pernah ke Bank BRI Unit Kecamatan  Garum untuk membuka rekening. Mbok Mud tersebut orangnya buta huruf. Dengan munculnya buku tabungan BRI Simpedes atas nama Mbok Mud, dikhawatirkan Mbok Mud dikhawatir disebut sudah menjual tanah kepada pihak investor untuk lahan pabrik gula. Selama ini Mbok Mud tidak pernah menjual tanah nya kepada siapapun. Surat tanahnya masih di Mbok Mud,” ungkap Joko ketika ditemui Koran Transaksi, Rabu (25/1).

Menurut Joko, awalnya Mbok Mud—ketika hendak mengikuti pengajian rutin Selosoan, ditarik oleh ibunya Budi untuk masuk ke rumahnya. Budi adalah mantan pegawai BRI. Di dalam rumah itu, Mbok Mud disuruh tanda cap jempol. Kemudian Budi memberikan buku Tabungan Simpedes BRI. “Kata Budi uang itu dari duwuran/atasan. Uang untuk hari tua,” ujar Joko menirukan cerita Mbok Mud.

Setelah diteliti, lanjut  Joko, di Buku Tabungan Simpedes BRI itu tidak ada tanda tangan maupun cap jempol Mbok Mud. “Buku Tabungan Simpedes BRI atas Nama Mbok Mud dengan No.Seri 23476669, dibuka pada tanggal 03 Januari 2012, dengan saldo awal sebesar Rp.100.000,-. Pada tanggal 16 Januari 2012 mendapat kiriman uang dari Mr X sebesar Rp.127.343.964.000,-. Padahal, Mbok Mud tidak pernah didatangi oleh pegawai atau petugas bank, karena tidak pernah punya niatan untuk membuka rekening di bank,” paparnya.

Menurut Joko, tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai dugaan penipuan terhadap Mbok Mud, yang dilakukan oleh pihak investor pabrik gula bekerja sama dengan pihak Bank BRI Unit Garum. Ini sangat merugikan Mbok Mud, karena dia tidak merasa menjual tanahnya. Sebagai warga Lingkungan Bence Kelurahan Bence, Insya Allah saya akan melaporkan kasus ini kepada Kapolres Blitar,” ujar Joko.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BRI Blitar ketika dikonfirmasi, melalui Bagian Umum Agus Sunarko, Rabu (25/1), mengatakan bahwa untuk membuka rekening yang bersangkutan harus datang ke kantor BRI.

“Karena acuan data yang ditulis di buku rekening adalah KTP dan buku rekening harus ditanda tangani oleh yang bersangkutan. Kalau mereka buta huruf, ya cap jempol lalu tanda tangan yang bersangkutan di buku rekening ditutupi dengan stiker. Dengan begitu petugas bank bisa melihat dengan alat ultra violet tentang siapa yang membuka atau mengirim uang, kemudian melaporkan kepada Kepala Cabang BRI Blitar,” kata Agus Sunarko. | Fauzy

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in