Jumlah Balita Yang Ditimbang Di Posyandu Meningkat 32%

Jakarta, Trans – Dukungan dan partisipasi warga DKI Jakarta terhadap pelaksanaan pos layanan terpadu (posyandu) semakin meningkat. Mengutip data Kementerian Kesehatan, dalam lima tahun terakhir, jumlah balita yang ditimbang di posyandu meningkat 32 persen, dari 43 persen menjadi 75 persen.

“Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pada orang tua bahwa kegiatan posyandu mempunyai peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Tatiek Fauzi Bowo, saat menghadiri bazar di Gelanggang Remaja Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/6).

Meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan posyandu, antara lain terlihat ketika tahun 2011 lalu diselenggarakan program Gebyar Posyandu secara terpadu di seluruh wilayah Jakarta.

Program tersebut, kata Tatiek, dilaksanakan untuk merespons tujuh pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketujuh pesan tersebut adalah aktifkan kembali Posyandu, periksakan ibu hamil minimal empat kali selama kehamilan, berikan imunisasi lengkap kepada bayi dan balita, timbanglah bayi dan balita, berantas nyamuk dengan 3M, jagalah lingkungan agar tetap bersih dan ikuti program keluarga berencana,” urai istri Gubernur Fauzi Bowo ini.

Menurut Tatiek, keberadaan posyandu di Jakarta tersebar merata di setiap RW. Di Jakarta Pusat berjumlah 491 posyandu, di Jakarta Utara 579 posyandu, di Jakarta Barat 752 posyandu, di Jakarta Selatan 1.205 posyandu, di Jakarta Timur 1.089 posyandu, dan di Kabupaten Kepulauan Seribu 32 posyandu.

“Sehingga, secara keseluruhan, posyandu di wilayah DKI Jakarta berjumlah 4.148. Sedangkan jumlah kader posyandu saat ini mencapai 26.414, dengan enam orang kader aktif di setiap posyandu,” terang Tatiek.

Tahun ini, dukungan warga terhadap posyandu, antara lain diwujudkan lewat program Jakarta Berbagi Kasih. Melalui program yang di inisiasi warga bekerja sama dengan sejumlah organisasi wanita di Jakarta ini, siapa pun bisa berpartisipasi dengan cara mudah. Yakni, menyerahkan barang-barang layak pakai kepada pengurus RW atau panitia Jakarta Berbagi. Seluruh barang yang terkumpul selanjutkan akan dijual dengan harga terjangkau.

Bazar di Gelanggang Remaja Matraman, misalnya, merupakan ajang untuk menjual barang-barang hasil kumpulan dari warga. Selain pakaian layak pakai, juga terdapat peralatan rumah tangga, aksesoris wanita, dan sembako.

“Seluruh hasil penjualan di arena bazar akan dibelikan alat timbang anak untuk disumbangkan ke posyandu,” kata seorang panitia.

Tatiek Fauzi Bowo menambahkan, pihaknya tidak pernah berhenti mengajak warga Jakarta untuk berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

“Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta tercatat 77 persen, dan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Capaian ini niscaya akan terus meningkat apabila setiap warga Jakarta memiliki kesadaran untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” tegas Tatiek. | Sw

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain