Kejari Pasirpanggaraian Masih Punya Tiga Buron Korupsi

Pasirpangaraian, Trans - Walau telah berhasil mengamankan dua DPO Kejagung, yakni Mantan Bupati Rokan Hulu Ramlan Zas, dan Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kimpraswil Rohul Elizar Hamonangan Daulay, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian, masih memiliki tiga pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan.

Tiga PR yang masih tertunda yakni dua terpidana kasus korupsi penggunaan dana APBD Rohul 2003, A Rizal masih PNS di Pemkab Kampar, dan Azwir BE, telah pensiun 2011 lalu dari jabatan Kabid Cipta Karya Dinas TRCK Rohul. Keduanya masih bebas berkeliaran dan menghirup udara bebas, sementara mantan atasan keduanya E.H Daulay, kini telah menjalani sisa masa tahanannya di Lapas Klas II B Pasirpangaraian Jumat (16 Juli 2010), pasca menyerahkan diri Rabu (14 Juli 2010) silam.

Satu PR Kejari lain yakni mengejar terdakwa Muhammad Yusuf (46), mantan Kepala Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, yang lari dari Lapas Klas II B Pasirpangaraian.

Dua mantan pegawai Pemkab Rohul A Rizal dan Azwir, pernah menjadi bawahan EH Daulay, di Dinas Pekerjaan Umum Kimpraswil Rohul. Ketiganya tersandung kasus korupsi penyimpangan dana APBD 2003 Rohul, penyimpangan pelaksanaan proyek pada tahun itu.

A Rizal, mantan Kasubsi Tata Perkotaan Dinas PU Kimpraswil Rohul, juga mantan camat Tandun, kini masih bebas dan sebagai PNS di Pemkab Kampar, tersandung kasus proyek pembangunan Peningkatan Sarana Air Bersih Rohul (PSAB).

Sementara Azwir, mantan Kabid Cipta Karya Dinas TRCK Rohul dan baru pensiun 2011 lalu, terjerat kasus pembangunan rumah dinas jabatan Pemkab Rohul untuk aparatur pemerintah, yang kini biasa disebut perumahan Pemda Rohul.

E.H Daulay sendiri tersangkut kasus korupsi Pembangunan RSUD Rohul senilai Rp50 juta, dengan hukuman 6 tahun penjara. Dia sempat buron dan ditetapkan dalam DPO oleh Kejati Riau, dan telah menjalani sisa masa tahanannya sejak Jumat 16 Juli 2010 silam. Sementara, A Rizal dan Azwir, mantan bawahannya, sampai kini masih bebas berkeliaran. Bahkan keduanya masih sempat menduduki jabatan penting.

Sidang perkara ketiganya, digelar di PN Bangkinang 2007 silam. Majelis hakim mem-vonis bebas ketiga terdakwa, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) kala itu mengajukan kasasi ke MA RI dan diputuskan ketiga terdakwa bersalah, karena ditemukan kerugian Negara sekitar Rp18,9 miliar.

E.H Daulay telah menjalankan sisa masa hukumannya sesuai putusan MA RI, sedangkan dua terdakwa Azwir BE dan A Rizal BE, belum menerima surat eksekusi dari PN Pasirpangaraian, surat pemberitahuan putusan MA RI dari PN Bangkinang, sesuai pemberitahuan akta putusan MA RI nomor 1830K/fit/2005, tertanggal 27 Juli 2007.

Putusan MA RI masih misteri. PN Pasirpangaraian dan PN Bangkinang masih saling lempar bola. Bahkan wartawan yang pernah menguak kasus mafia hukum itu terkesan dilempar kesana-kemari.

Pansek PN Bangkinang Sagala, kala itu mengatakan akta resmi pemberitahuan eksekusi dari MA RI, turut ditandatangani JPU Zulkifli Lubis, dan dua terpidana yaitu A Rizal dan Azwir, melalui PN Pasirpangaraian dengan juru sita, Isa Anhari.

PN Bangkinang telah minta delegasi pemberitahuan MA RI melalui PN Pasirpangaraian, tertanggal Senin 2 Agustus 2010 lalu. Akta resmi pemberitahuan MA dengan amar putusan berbunyi MA RI telah mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi JPU Pasirpangaraian, dan telah membatalkan putusan PN Bangkinang pada 2005, dan menetapkan Azwir terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana korupsi.

Akta resmi pemberitahuan, kata Sagala telah ditandatangani Isa Anhari, selaku juru sita pengganti PN Pasirpangaraian, sesuai pemberitahuan akta putusan. Azwir dihukum 4 tahun penjara, denda Rp200 juta, subsider 2 bulan kurungan, dan harus membayar uang pengganti sebesar Rp780 juta lebih. Dan jika terdakwa tidak bersedia membayar uang pengganti, maka akan dipidana penjara 1 tahun kurungan.

Sagala manambahkan, PN Bangkinang telah melakukan intruksi MA dan tidak menyalahi aturan, sebab berita acara juga telah ditandatangani JPU Zulkifli Lubis, dan dua terpidana A Rizal dan Azwir. Menurutnya, berkas tersebut telah mewakili dan jaksa berhak untuk menahan keduanya. Untuk itu dia minta agar tidak menyalahkan pengadilan.

Kasi Pidsus Kejari Pasirpangaraian Zulkifli Lubis, dikonfirmasi riauterkini.com Senin 4 April 2011 silam, mengaku belum menerima berkas dokumen lengkap dari MA RI Jakarta, hanya mendengar ada himbauan eksekusi, namun tidak berani menahan keduanya tanpa berkas dokumen lengkap dari MA RI, sebab ditakutkan A Rizal dan Azwir mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Kajari Pasirpangaraian Syafiruddin, didampingi Kasi Intel Kejari Ali Amsar, beberapa hari lalu juga mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari MA. “Jika kita telah menerima pemberitahuan dari Mahkamah Agung baru kita eksekusi, sebab kita sebagai eksekutor. Saya perlu mengetahui kepastian serah terima dari PN Pasirpangaraian, kapan berkas itu dikirim. Saya sebagai Kajari tidak akan menunggu lama, apalagi jika itu laporan masyarakat, tentu akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Selain dua terpidana yang belum ditahan, M Yusuf, mantan Kades Tapung Jaya, terdakwa penggelapan bantuan ADD 2007 sebesar Rp55 juta, dan telah ditahan sejak 12 Juni 2008 silam, kini menjadi buronan Kejaksaan, setelah dia melarikan diri dari Lapas Klas II B Pasirpangaraian pada masa Kalapas M Marwadi. Terdakwa Yusuf kabur pada malam Idul Fitri, Selasa 30 September 2008, dan masih statusnya masih tahanan jaksa.

Pada berita acaranya, mantan Kalapas Pasirpangaraian Marwadi kala itu mengaku jika Yusuf kabur melalui tembok luar Lapas pada 1 Oktober 2008, padahal diketahui dia kabur sehari sebelumnya atau 30 September 2008.

Masa penahanan Yusuf diperpanjang JPU mulai 2 Juli-10 Agustus 2008 (40 hari). Kemudian diperpanjang lagi dari 11 Agustus-2 September 2008, dan berkas kasus sendiri dilimpahkan ke JPU pada 17 September (15 hari). Kala itu Yusuf diancam hukuman penjara selama 20 tahun dan minimal 4 tahun penjara, namun karena Lapas memperlakukan khusus Yusuf, lantas dia bisa kabur bebas melewati pintu. | Tim Trans

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>