Kota Malang Bangun Green Park

Malang, Trans — Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang ditengarai belum mencapai 30% dari total luas wilayahnya. Berbagai cara dilakukan Pemkot Malang untuk memenuhi kekurangan itu. Salah satunya membangun Green Park sebagai salah satu RTH di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

RTH yang sekaligus sebagai taman keluarga itu seluas 2,9 hektare (ha). Total anggaran yang dikucurkan untuk merealisasikan program itu sebesar Rp850 juta. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Wasto, mengatakan, penambahan RTH itu adalah bentuk dari Program Pembentukan Kota Hjau (P2KH) dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Anggarannya juga dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Malang tidak mengeluarkan anggaran, hanya menyediakan lahan saja. Lahan itu juga lahan kosong yang merupakan aset pemkot,” kata Wasto, Jumat (22/6).

Dikatakannya, saat ini masih dalam tahap pembahasan detail engineering desain (DED) di provinsi Jatim yang ditarget selesai pada Juli nanti. Jika tahap itu sudah selesai, maka secepatnya segera dilakukan pembangunan. Green Park sebagai taman kota dilengkapi berbagai fasilitas. Mulai dari fasilitas olahraga, air siap minum, jogging track, serta fasilitas umum lainnya.

Pembangunan Green Park sendiri diharapkan tuntas pada tahun ini juga. Sehingga, bisa menambah jumlah RTH yang sebelumnya sudah terlebih dahulu ada. Dengan demikian, Kota Malang bisa mewujudkan RTH sebanyak 30% dari total luas wilayahnya. “Saat ini RTH di Kota Malang memang masih 27 persen. Dengan adanya Green Park, bisa menambah prosentase RTH,” tandas Wasto.

Dipilihnya lokasi pembangunan Green Park di Kelurahan Merjosari berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satu diantaranya, di wilayah itu kini terdapat tempat penampungan sementara Pasar Dinoyo. Karena itu, harus diimbangi dengan program penghijauan salah satunya dengan membuat taman kota.

Selain Green Park di Kelurahan Merjosari, sambung Wasto, keberadaan taman kota sekaligus RTH sudah ditambah sejak tahun lalu. Di Kecamatan Kedungkandang misalnya, lahan seluas 8 ha juga difungsikan sebagai taman kota. Lahan seluas itu dipetakan menjadi beberapa bagian. Ada yang digunakan untuk menanam pohon buah, pohon tegakan jenis lainnya hingga tanaman bunga.

“Kalau di Kedungkandang sampai sekarang masih terus diselesaikan secara bertahap,” papar Wasto. Selain itu, saat ini juga sudah ada taman Malabar sebagai paru – paru kota. Juga terdapat RTH di kawasan velodrome di Kedungkandang.

“Sampai saat ini pemkot juga terus memetakan wilayah lain yang masih kosong dari taman kota. Sehingga, upaya penghijauan dengan menambah pembuatan hutan kota terus ditingkatkan,” tandas Wasto. | Fauzi

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain