Mandeg, Penyelesaian Kasus Tanah Saentis

Medan, Trans – Penyidik Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan dianggap tidak serius dalam menangani kasus penggelapan data lokasi dalam surat keterangan tanah di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan. Ada dugaan skenario sudah diatur sedemikian rupa, sehingga kasus tidak berkembang alias jalan ditempat.

Penyidik dan Kapolresta Medan diharapkan agar menangani kasus tersebut lebih fokus, sehingga dapat membuka tabir aktor-aktor pelaku yang sebenarnya dan tidak ada kesan bahwa kasus ini hanya sekedar berlalu.

Menurut Tim NCW Medan, bahwa kalaulah dipahami dari sudut kebijakan Bupati Deli Serdang yang melarang untuk menerbitkan SKT (Surat Keterangan Tanah) maupun sejenisnya, maka ini adalah pelanggaran hukum administrasi secara ketatanegaraan.

Apalagi hal ini melibatkan oknum-oknum yang sangat berkompeten di Legislatif Kabupaten Deli Serdang serta petinggi di Kecamatan Percut Sei Tuan yang diduga telah melakukan rekayasa surat dengan mengaburkan data salah satunya a/n Panusunan Nasution dan aneh kalau masalah ini hanya menjadi tanggung jawab Kepala Desa Tanjung Selamat saja.

Hendaknya dalam pengembangan kasus ini jangan hanya tertumpu pada Kepala Desa atau Camat saja yang dimintai keterangan. Tetapi harusnya juga dilakukan kepada pemilik surat yang tertera didalam delik aduan, sehingga keaslian yang diharapkan dapat terungkap.

Alibi-alibi yang diciptakan tentang copyan surat itu kata Thamrin, sangat mustahil, sebab kalau saja Polresta Medan berani membongkar kasus ini, maka pelaku atau aktornya akan terbongkar, tidak ada dalil Camat Percut Sei Tuan mengelak walaupun hanya sebatas mengetahui.

Namun, kalau yang dibawakan oknum Camat tersebut adalah institusi pemerintah, maka ada sekecil apapun kesalahannya harus dipertanggung jawabkan didepan hukum.

Padahal, tidak ada dalam sejarah PTPN II bahwa lokasi yang dimaksud sesuai surat yang terletak di Pasar 1 Utara adalah masuk dalam wilayah Desa Tanjung Selamat. Sebab, PTPN II dalam HGU (Hak Guna Usaha) nya hanya ada di Desa Seantis dan Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli.

Sementara lokasi tanah yang dimiliki a/n Panusunan Nasution mantan Kadus Desa Tanjung Selamat yang bermukim di Jalan Pasar 1 Dusun V Desa Tanjung Selamat yang saat ini menjadi perkara di Polresta Medan adalah tanah  HGU 112 PTPN II Kebun Saentis.

Kalaupun lahan tersebut saat ini tidak produktif lagi, tetapi lokasi tersebut adalah tanah masih HGU PTPN II. Jadi, tindak-tanduk itu jelas sekali ada ketidak beresan didalam pengalihan lahan itu ke warga.

Keterlibatan para Abdi Negara serta pamong Desa dan oknum Legislatif sangat kental, walaupun selama ini mereka berdalih ataupun akan cuci tangan, tetapi fakta lapangan tidak bisa ditipu mereka.

Sesuai pengaduan ke Polresta Medan dengan Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Nomor: LP/454/II/2012/Resta Medan, tanggal 17 Februari 2012 a/n Epsan Samosir Pakpahan, salah seorang pegawai PTPN II Kebun Sampali yang diberi kuasa oleh Kandir SDM Tambah Karo-Karo.

Oknum yang dilaporkan tersebut diancam dengan pasal 263 KUH Pidana. Maka, Polresta Medan hendaknya jangan terkecoh, mengingat sampai saat ini belum ada tanda-tanda pelaku diarahkan menjadi tersangka.

Kapolresta Medan yang baru diharapkan serius mengembangkan kasus ini. Jangan hanya bertahan di lidik saja tanpa ada pengembangan ke sidik. Kasus ini adalah kasus besar yang melibatkan negara.

Tindakan dilakukan oknum tersebut adalah tindakan pidana dengan melakukan penggelapan data serta menghilangkan keaslian lokasi tanah.

Kemungkinan dalam peruntukan tanah tersebut ada kepentingan dan keuntungan pribadi dalam kasus ini. Perlu kejelian, kecermatan dalam mencerna persoalan ini. Mengingat belum adanya putusan tetap dari pemerintah soal tanah eks HGU, maka status tanah tersebut secara keperdataan syah masih dalam wilayah hukum HGU PTPN II Kebun Saentis. | TIM NCW MEDAN

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>