Pelihara & Sayangilah Sungai Citarum

Bandung, Trans — Dengan dibuangnya sampah dan limbah di sepanjang aliran Sungai Citarum, tentunya akan mempercepat tingginya sedimen di dasar sungai serta akan mencemari air sungai Citarum.

Pembuangan sampah dan limbah itu bisa mendatangkan dampak pada musim hujan tiba nanti, yakni air bercampur limbah akan meluap dan akan menimbulkan banjir yang sangat menakutkan, serta menyengsarakan masyarakat terutama yang berada di sekitar aliran sungai Citarum.

Bahkan, kadang kala menimbulkan korban jiwa. Tanaman padi di sawah. sayur mayur, palawija di ladang juga porak poranda dibuatnya, panen pun terancam gagal akibat terendam air sampai satu meter. Demikian pula ikan, hewan peliharaan seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, itik dan lain–lainnya juga akan terancam kehidupannya.

Maka diharapkan seluruh lapisan masyarakat, kiranya turut memelihara dan menyayangi sungai Citarum, agar bencana tidak datang atau setidak – tidaknya bisa meminimalisir bencana banjir.

Sungai terpanjang di Jawa Barat ini, banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Jawa – Barat dan Ibu kota Jakarta, terutama untuk mengairi sawah,  pembangkit tenaga listrik, kebutuhan masyarakat. “Bahkan bisa dijadikan objek wisata,” ucap salah seorang tokoh masyarakat  di Muara Gembong Bekasi.

Supardi St, PPK Sungai dan Pantai II BBWS Citarum, mewakili Kepala Balai BBWS Citarum Hasanudin, mengatakan bahwa banjir di Sungai Citarum sudah sangat memprihatinkan sehingga perlu penangan yang serius. Namun, dalam penangannya tentu bukan saja tanggung jawab BBWS saja, tapi adalah tanggung jawab bersama khususnya masyarakat dan instansi instansi terkait.

Secara umum progres pelaksanaan kegiatan dilapangan kini sudah memcapai 25%, karena cuaca sangat mendukung dan tidak ada kendala yang berarti.

Kegiatan mega proyek dan multi year tiga tahun anggaran ini pada paket I dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya, paket II oleh PT.PP. dan PT. Nindya Karya dan PT. Brantas dan Hutama Karya pada paket III.

Ahmat Sajidin (Satker) ketika ditemui di kantornya, untuk diminta keterangannya, saat itu belum berkenan menerima.

Pastinya, masyarakat sangat menyambut baik mega proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah di sungai Citarum ini. “Mudah – mudahan dengan selesainya proyek penanganan banjir di sungai Citarum ini, diharapkan akan segera mengakhiri penderitaan kami selama ini dan dapat meminimalisir bencana dikampung kami,” ucap ibu Atikah guru SD Parunghalang Kab. Bandung saat bincang – bincang dengan wartawan Koran Transaksi, di rumahnya di Ranca Manyar, yang selalu menjadi langganan banjir. Letak rumahnya pun tidak jauh dari sungai Citarum. “Terima kasih pak Mentri, terima kasih BBWS Citarum,” katanya sambil berdoa. | Iwan.BSK/Arso 

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in