Penambahan Pembangunan Dermaga Di Pelabuhan Merak Nelayan Kaltek Mulai Resah

Cilegon, Trans, – Sejumlah Nelayan Caltek yang berlokasi tepat di belakang Terminal Terpadu Merak (TTM), Kota Cilegon, Provinsi Banten, resah. Mereka khawatir pembangunan dermaga baru, yakni Dermaga VI Pelabuhan Merak yang rencananya dibangun di belakang TTM, bakal menggusur mereka.

Salah seorang nelayan Kaltek, Ahsan mengatakan, nelayan telah sepakat untuk terus bertahan di lokasi yang saat ini di tempatinya. Sebab, pihaknya belum mendapatkan penjelasan dan sosialisasi, serta kompensasi yang akan diterima oleh nelayan dengan adanya pembangunan dermaga itu.”Mau pindah ke mana kita. Sedangkan tidak ada lagi tempat,” ujar Ahsan, Rabu pekan lalu.

Menurut Ahsan, di kalangan nelayan rencana pembangunan dermaga ini telah menjadi obrolan setiap hari. Keresahan pun dirasakan nelayan. Selain itu, alat-alat berat seperti tiang pancang sudah berada di lokasi itu. “Kami hanya bisa pasrah saja, tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi setidaknya ada pihak yang memikirkan nasib kami,” Ahsan berharap.

Dia mengaku bingung menambatkan perahunya dimana jika rencana tersebut benar-benar terjadi. Sementara, sekitar 70 nelayan di wilayah Pantai Caltek itu, merupakan masyarakat dengan profesi utama sebagai nelayan. “Jika tidak ada tempat lagi, kami mau kerja apa,” akunya.

Para nelayan berharap, kepada Pemkot Cilegon agar dapat membantu nasib nelayan caltek yang saat ini terancam dibongkar. Jika tidak ada perhatian pemerintah mereka akan terus berupaya mempertahankan wilayahnya hingga mendapatkan kejelasan. “Meski sebentar lagi akan dibangun, kami tetap tidak mau pindah sebelum semuanya jelas,” ujarnya.

Senada dikatakan Anwar, nelayan lainnya, ia menuturkan bahwa sampai saat ini nelayan menunggu kepastian dari pemilik peroyek dermaga VI itu. “Kami belum tahu yang bertanggung jawab PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) atau siapa?, tapi kami berharap ada yang peduli kepada kami,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pegawai proyek dermaga VI yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan, pihaknya hanya selaku penyedia alat-alat yang dibutuhkan untuk pembangunan dermaga VI. “Wah kalau kapan dibangunya dermaga VI saya kurang tahu, kami disini cuma sebagai penyedia alat-alat berat saja,” katanya.

Begitu juga dengan Manager Pelayanan Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Nana Sutisna enggan berkomentar banyak. Dia menyatakan proyek itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Saya tidak tahu bagaimana pembangunannya. Itu yang melaksanakan pemerintah pusat,” kata dia. | yusvin

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>