Proyek Pembangunan Stadion Jababeka Senilai 345 Miliar Rupiah Terbengkalai

Selain mengandung banyak masalah adminisrasi, ada pihak yang merasa dicurangi dan menginginkan agar pembangunan Stadion Jababeka dihentikan.

 

Pengerjaaan Stadion Jababeka amburadul.

Bekasi, Trans – Proyek pembangunan  setadion  terletak di kawasan industry Jababeka, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, yang diperkirakan menelan dana sebesar kurang lebih Rp. 354 milyar, di atas lahan fasilitas social dan fasilitas umum (fasos-fasum) seluas 20.344 hektar—milik Jababeka, diduga masih bermasalah. Mantan Kepala Dispora Kabupaten Bekasi, yang sekarang menjabat Asisten Daerah III, disebut-sebut terlibat di dalamnya.

Permasalahannya sangat rumit, mengingat dalam legalitas lahannya juga diduga kuat terjadi penyimpangan oleh oknum pejabat tertentu. Padahal, stadion Jababeka direncanakan akan dipergunakan untuk Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Tahun 2014.

Dari pantauan Koran Transaksi,  pengerjaannya sampai sekarang baru mencapai 10 sampai 20 persen, dan pengerjaannya pun amburadul. Terlihat pada pengurugan dan tiang  behek selup  yang tertanam tidak sepenuhnya alias baru separuh terkubur oleh bahan adukan coran semen dan pasir, menunjukkan proyek itu dikerjakan asal jadi.

Lahan fasos-fasum yang digunakan  untuk mendirikan stadion itu belumlah diserah terimakan dari pihak Jababeka ke pihak Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Seperti dikatakan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noor, bahwa saat dirinya menjadi Ketua Pansus 17,  pembenahan administrasi lahan fasos-fasum tersebut masih sedang berjalan.

Dengan kondisi seperti itu, Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Pembangunan Bekasi memprediksi ada kemungkinan penyelesaian pembangunan stadion tidak akan tepat.

Prediksi itu tidak berlebihan, karena pada lelang pun proyek itu sudah menyimpan masalah yang tidak bisa dianggap enteng. AR, salah seorang kontraktor yang kalah dalam lelang sampai sekarang belum bisa menerima kekalahannya.

“Sebetulnya saya sampai sekarang belum terima kekalahan lelang,” katanya sera menyebut oknum panitia lelang bermain curang dengan memenangkan PT Jaya Wibawa Guna, yang direkturnya Johanes Sanggiri. “Penawarannya lebih rendah dari penawaran saya,” katanya lagi.

Kontraktor yang merasa dicurangi oknum panita lelang itu berjanji akan terus melakukan maneuver-manuver, termasuk mengecek lewat internet tentang pengalaman pekerjaan PT Jaya Wibawa Guna. “Saya ingin tahu sejauh mana kebenaran admitriasinya dan yang lainnya, agar pelaksanaan proyek pembangunan stadion tersebut berhenti,” tandasnya.

Di sisi lain, mantan Kepala Dispora Kabupaten Bekasi, yang sekarang menjabat Asisten Daerah III, ternyata sudah mempersiapkan diri dan tidak mau dikait-kaitkan dengan permasalahan pembangunan stadion itu.

“Saya tidak pernah intervensi kepada ketua panitia lelang tender pada saat itu. Bertemu pun saya tidak pernah selama pelaksanaan lelang tender itu berjalan, bahkan siapa pemenang tidak pernah bertemu. Baik panitia maupun para kontraktor bertemunya setelah surat perintah kerja mau ditanda tangani. Itu pun bukan dengan direkturnya, melainkan dengan anak buahnya,” tegasnya. | Kaslim

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain