Ratusan Massa Demo PT SMI

Ada sekitar 12 permasalahan dengan perusahaan outsourcing, seperti kelebihan waktu jam kerja yang tidak sesuai dengan undang-undang.

 

Aksi demo ratusan massa dan ketika empat perwakilan pendemo diterima pihak perusahaan PT SMI dan PT Absolute Service.

Cilegon, Trans – Ratusan massa dan puluhan petugas satuan pengamanan (satpam) yang tergabung dalam Persatuan Pekerja Pengamanan Banten (P3B), Jaringan Mahasiswa Cilegon (JMC), dan KAMMI, terus memperjuangkan hak-hak para pekerja, serta kasus pemukulan yang dilakukan oknum aparat.

Mereka melakukan aksi di depan PT Samudera Merine Indonesia (SMI) di Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Rabu (11/1). Aksi itu, ditujukan kepada perusahaan outsourcing PT Absolute Service yang dinilai melanggar.

Mereka menuntut PT Absolute Service memenuhi tuntutan karyawan, di antaranya terkait pembayaran kelebihan jam kerja, pemberian cuti karyawan, pembenahan aturan di PT Absolute Service, penghapusan keharusan bekerja 24 jam dan tuntutan penyelesaian masalah kekerasan yang dilakukan oknum aparat selaku kordinator keamanan pada PT Absolute Service.

Puluhan satpam yang merupakan karyawan outsourcing PT Absolute Service yang dipekerjakan di PT SMI tersebut, memulai aksinya di depan pintu masuk PT SMI sekitar pukul 10.30 WIB.

Setelah beberapa menit berorasi, empat perwakilan satpam dan empat perwakilan mahasiswa yang ikut aksi solidaritas diterima pihak perusahaan PT SMI dan PT Absolute Service. Audiensi juga dihadiri Kapolsek Bojonegara AKP Dudung dan Danramil Bojonegara Kapten Nandang.

Perwakilan dari PT Absolute Service, Gerat, meminta waktu dua bulan untuk menyelesaikan semua tuntutan karyawan. Sementara, Manajer Umum PT SMI Relandi saat akan diwawancara hanya mengatakan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan adanya permasalahan yang terjadi antara PT Absolute dengan karyawan.

Sebelumnya, puluhan petugas satuan pengamanan (satpam) yang tergabung dalam Persatuan Pekerja Pengamanan Banten (P3B), pada Senin (9/1/2012) lalu, mendatangi DPRD Kabupaten Serang. Mereka menyampaikan permasalahan dengan pihak outsourcing yang diduga telah melakukan pelanggaran.

Puluhan buruh datang dan langsung memasuki ruang paripurna DPRD. Kedatangan para buruh tersebut diterima Komisi II DPRD Kabupaten Serang dan perwakilan dari Disnakertrans di ruang paripurna DPRD Kabupaten Serang. Sebelumnya, puluhan satpam juga sudah mendatangi kantor Disnakertrans Kabupaten Serang.

Ketua P3B Imron Hikmatullah mengatakan, kedatangan ke DPRD sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan perusahaan outsourcing. “Ada sekitar 12 permasalahan, seperti kelebihan waktu jam kerja yang tidak sesuai dengan undang-undang,”katanya saat beraudiensi.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Abdul Hamid mengaku, prihatin mendengar penuturan dari para satpam. “Kami akan mendukung apa yang diperjuangkan dan mudah-mudahan Disnakertrans bisa mendampingi. Kami juga harus dilibatkan saat ada pembahasan dengan perusahaan,” tuturnya.

Kepala Seksi Norma Kerja pada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Serang, Karyadi mengatakan, perusahaan yang diadukan belum terdaftar di Disnakertrans.

Pihaknya akan memanggil perusahaan induk. “Kami belum tahu kedudukan hukum kedua perusahaan tersebut. Tuntutan pegawai sudah kami inventarisasi dan nanti disampaikan dalam pertemuan dengan perusahaan,” katanya. | Yusvin

FacebookTwitterGoogle+Share

One comment

  1. Tutup saja bila outsourcing ecek2 seperti itu..bikin susah karyawan kontrak dan karyawan staff nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>