Selidiki Blockgrant, Polisi Datangkan Ahli IT

Mojokerto, Trans — Polres Mojokerto akan mendatangkan ahli Informasi Tehnologi (IT) untuk melakukan penyelidikan penerimaan blockgrant 2012 senilai Rp2,9 miliar yang diterima 69 lembaga pendidikan SMP di Kab. Mojokerto. Hal itu dilakukan merujuk kasus blockgrant 2011 yang menjerat tiga tersangka yang menyelewengkan dana tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Efendi Lubis, dikonfirmasi Sabtu (23/6) mengatakan, kini pihaknya sedang menelusuri program blockgrant tahun 2012 yang diterima 69 lembaga SLTP di kab. Mojokerto. Dana itu sesuai juklak harus diwujudkan peralatan elektronika khususnya komputer untuk memperlancar proses belajar di 69 lembaga yang menerima bantuan tersebut. “Untuk mengetahui sudah sesuai petunjuk teknis dan mutu peralatan komputer, Polres Mojokerto akan melibatkan tim ahli IT,” ujarnya.

Karena, dengan menggandeng tim ahli IT diharapkan akan bisa diketahui apakah peralatan IT yang dibeli dari dana blockgrant itu sudah sesuai atauran atau tidak. Hasil penelitian tim ahli IT nanti akan dijadikan dasar bagi Polres Mojokerto untuk meneruskan penyelidikan. Kalau pengadaan blockgrant tidak ada pelanggaran, penyelidikkan akan diakhiri.

Seperti diketahui, penyaluran dana blockgrant tahun 2011 di Kab. Mojokerto terjadi penyimpangan dan kasusnya ditangani Polres Mojokerto. Polisi sudah menetapkan 3 tersangka semuanya PNS di lingkungan PU dan Diknas, yakni, Ks, As,dan Er.

Dari penyidikan itu polisi menemukan penyimpangan berupa pungutan fee 5 % dengan dalih untuk biaya konsultan. Padahal, sesuai juknis dana blockgrant dilarang digunakan biaya untuk jasa, semuanya diperuntukkan fisik. Uang pungutan itu diduga dibagikan ke tiga tersangka masing-masing Ks Rp10 juta, Ag Rp7 juta dan Er Rp40 juta.  | Fauzi

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in