Sengketa Lahan Kian Marak

Jakarta, Trans - Kinerja Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto, sudah saat dievaluasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyusul maraknya sengketa tanah di berbagai daerah belakangan ini.

Selama 2011 saja terdapat 14.337 kasus sengketa tanah dengan berbagai tingkatan. Di beberapa tempat bahkan sampai menelan korban jiwa, seperti di Mesuji, Blitar dan tempat-tempat lain.

Persoalan tanah adalah persoalan yang mendasar bagi masyarakat, terutama petani. Permohonan bantuan hukum dari masyarakat untuk menyelesaikan masalah pertanahan ini terus bermunculan.

Namun, dalam penanganan sengketa ini, aparat BPN terkesan kurang tanggap terhadap potensi konflik. Dalam beberapa kasus, masyarakat bahkan harus menunggu bertahun-tahun untuk menyelesaikan kepastian hukum atas tanah mereka.

“Sudah sepatutnya Presiden melakukan evaluasi yang serius terhadap BPN. Kalau tidak masyarakat bisa menilai telah dilakukan pembiaran dalam berbagai sengketa tanah yang terjadi,” ujar C Herry SL, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasional Corruption Watch (NCW) DKI Jakarta, baru-baru ini.

Selain sengketa tanah, kinerja BPN dalam pengelolaan sumber daya alam juga dianggap layak dievaluasi. Seperti pada beberapa kasus pertambangan yang terjadi antara masyarakat dan perusahaan-perusahaan tambang atau perkebunan sawit.

Konflik berlatar belakang ketimpangan penguasaan tanah yang tidak adil. Seharusnya, lanjut dia, BPN sebagai leading sektor berada paling depan dalam menangani persoalan-persoalan ini.

Selama tujuh tahun memimpin BPN, Joyo Winoto dinilai tidak pernah turun ke lapangan untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah pertanahan ini. Dia juga dinilai tidak punya formula yang jelas tentang penyelesaian sengketa ini.

Namun, lanjut C Herry SL, BPN bias dikatakan sukses dalam menyelesaikan kasus tanah. Setidaknya, 2.791 kasus sengketa tanah dari berbagai kriteria bisa diselesaikan.

Penyelesaian kasus itu, seperti perkara perorangan, antar badan hukum bahkan juga antar perorangan. Semua sudah diselesaikan melalui jalur prosedur dan ketentuan yang berlaku di BPN.

Ke depan, diharapkan pihak-pihak yang mengalami persengketaan tanah untuk proaktif melapor ke BPN, karena di lapangan masih banyak terdengar kasus-kasus persengketaan tapi tidak disampaikan ke BPN.

Sementara, berkaitan dengan sertifikat tanah, BPN juga menargetkan selama 2012, sebanyak 1.280.220 bidang tanah yang ada diseluruh Indonesia dapat disertifikasi dan menerbitkan 787.600 sertifikat prona (Program Nasional Agraria) untuk kepemilikian bidang tanah dan bangunan atau tempat tinggal.

Lalu, bagaimana pencapaiannya. Saat ini, BPN tengah menyusun strategi yang akan dijalankan melalui dua jalur besar secara bersamaan yaitu, penataan politik dan hukum pertanahan, serta praksis reforma agrarian.

Sedangkan untuk mendukung target tersebut, telah ditetapkan program prioritas selama 2012 yakni program percepatan persengketaan tanah dan program percepatan legalisasi aset tanah.

Dengan upaya percepatan sertifikasi tanah ini melalui pelaksanaan yang terintegrasi, kepemilikan tanah dapat semakin jelas. Diharapkan  tidak ada lagi overlapping kepemilikan atau klaim dari tanah itu.

BPN sejatinya telah membenahi pelayanan publik yang dinilai buruk oleh Ombudsman Republik Indonesia. Pembenahan itu akan dilakukan dengan menandatangi nota kesepahaman dengan Ombusman.

Membangun mekanisme bersama antara BPN dan Ombudsman, adalah salah satu yang telah disepakati pula. Memang masih banyak sengketa tanah yang dihadapi BPN yang perlu diselesaikan segera. Walaupun, menyelesaikan sengketa pertanahan tidak semudah membalik telapak tangan, karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan.

Hal ini misalnya terjadi pada sengketa tanah yang menyangkut aset-aset negara. Apabila tidak ditangani dengan hati-hati, jelasnya, bisa memunculkan konflik di masyarakat.

Banyak juga yang sudah lewat peradilan tapi tidak serta merta dapat kita lakukan karena menyangkut aset negara dan pihak-pihak terkait terus bertambah. | TIM NCW DKI

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in