Siap Siaga Menyambut Ramadhan, Waras Wasisto Peduli Anak Yatim

Calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto, selalu menyantuni anak yatim jelang bulan suci Ramadhan, mengharapkan ridho dan keberkahan dari Alloh SWT.

 

 

Waras Wasisto dan istri berbaju merah sedang memberikan santunan kepada anak-anak yatim didampingi tokoh agama dan jama’ah.

Waras Wasisto dan istri berbaju merah sedang memberikan santunan kepada anak-anak yatim didampingi tokoh agama dan jama’ah.

Bekasi, Trans Insya Allah, semoga kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan, karena  Ramadhan merupakan indikator makna bulan-bulan berikutnya. Menyambut bulan yang istimewa ini, ada perasaan yang istimewa yang begitu nyaman lagi membahagiakan. Rasa yang tak akan bisa ditangkap oleh panca indera, namun terasa nyata di hati. Selalu ada rasa yang begitu spesial ketika Ramadhan mulai menghampiri.

Ketika bertemu bulan yang penuh keberkahan, ruang hati yang tadinya kosong menjadi penuh dengan rasa istimewa itu. Suasana, kondisi dan lingkungan pun turut merayakan kedatangan bulan Ramadhan. Angin yang sejuk, bau udara yang harum, suasana yang indah berpadu dengan harmonis menimbulkan rasa yang begitu istimewa pada bulan Ramadhan. Ada berkah yang melimpah bisa terasa meski hanya memperhatikan setiap hembusan nafas.

Maka persiapan menyambut bulan Ramadhan, harus dimulai dengan persiapan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Banyak persiapan dan yang biasa dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan. Ada yang menyempatkan diri pulang kampung untuk berziarah ke makam orang tua, sekaligus melakukan budaya nyekar atau tabur bunga bagi sebagian masyarakat Jawa.

Waras Wasisto, calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, ternyata lebih suka mengumpulkan anak-anak yatim di kediamannya, berkirim do’a untuk  orang tuanya sekaligus berbagi dengan anak-anak yatim. Menyambut bulan suci Ramadhan kali  ini pun, dia mengumpulkan anak-anak yatim. Bedanya, kali ini dilakukan   di Posko Pemenangan Waras Wasisto yang beralamat di Kemang Pratama Blok BW No. 8,  Kota Bekasi.

Acaranya  diramu dengan pembacaan surat yasin, tahlil dan tahmid, sekaligus dijadikan sebagai momentum peresmian Posko Pemenangan Waras Wasisto. Jamaah  yang hadir lebih dari 200 orang. Terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, sebagian pengurus partai, team sukses Kota Bekasi – Kota Depok dan beberapa caleg yang punya kepedulian terhadap anak-anak yatim. Lebih dari 70 orang anak yatim pun disantuni.

Namun, Ketua Team Pemenangan Waras Wasisto untuk Kota Bekasi-Kota Depok, Muntazis, yang juga panitia pelaksana santunan dan peresmian posko pemenangan, meminta agar acara santunan anak yatim itu jangan salah ditafsirkan.  Acara ini, kata dia,  bukan karena mau pemilu, dan untuk menarik simpati dan semacamnya,  tapi ini adalah kegiatan rutin yang di kerjakan Waras Wasisto, dua kali dalam setahun.

“Karena rumah bapak (Waras Wasisto) sedang dibongkar, dan kebetulan kita akan menggunakan posko, jadi momentum ini kita gunakan untuk peresmian posko dengan harapan mendapat ridho Alloh SWT. Tidak ada niat atau maksud selain itu,” terangnya

Toh, dalam kesempatan sambutan dan perkenalannya, Waras Wasisto pun memohon maaf bila ada kekurangan kepada para guru, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang hadir, khusudnya anak-anak yatim yang dicintai dan sayanginya.

“Yang terpenting buat saya dan keluarga adalah mendapat ridho dan keberkahan dari Alloh SWT atas silaturahmi kita ini. Semoga do’a yang kita panjatkan, diangkat oleh do’a anak-anak yatim, ummat yang paling dicintai dan dikasihi Baginda Nabi Muhammad SAW, yang manabukan hanya lisan dan hatinya yang  mendo’akan kita, namun helai demi helai bulu yang ada di seukujur tubuhnya, mulai ujung rambut sampai ujung kaki, dimana hanya Alloh SWT yang mendengar, dan malaikat pun hanya mampu mengaminkan do’a-do’anya. Semoga Alloh SWT meriidho dan dikabulkan dengan perantara kemuliaan anak-anak yatim yang ada,” tuturnya seraya diamini segenap jamaah.

Pembacaan surat yasin, tahlil dan tahmid pun dipimpin Ustadz Fajar Priyono, tokoh agama yang nyentrik,  bernampilan dengan rambutnya yang  gondrong. Sebelumnya, segenap jamaah yang hadir diajak untuk memohonkan ampunan atas segala salah dan dosa bagi almarhum orang tua Waras Wasisto, dan tokoh nasional almarhum H Taufik Kiemas.

“Mari  bersama-sama kita berkonsentrasi, kita hadapkan dan ikhlaskan hati, jiwa,  raga kita untuk memohon ampunan Alloh SWT atas diri kita serta arwah almarhum orang tua bapak Waras Wasisto, bapak H Taufik Kemas dan seluruh keluarga para jama’ah khususnya, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat yang sudah dipanggil Alloh SWT. Semoga apa yang dicita-citakan dan diharapkan sohibul bait senantiasa mendapat ridho Alloh SWT dan dikabulkanNya,” ajak Ustadz Fajar Priyono.

Sedangkan tausyiah  dibawakan oleh ustadz muda berbakat, Ubaidillah, dengan mengangkat judul “Keutamaan Do’a Anak-Anak Yatim. Al ustadz pun mengambil riwayat seorang ulama yang bernama Abdullah Bin Mubaroq  yang melakukan ibadah haji dan i’tikab di dekat Ka’bah, dan mendengar percakapan dua malaikat,   yang mengatakan bahwa tahun ini seluruh jama’ah haji ibadahnya ditolak.

Namun, lanjut Ustadz Ubaidillah, berkat keberkahan seseorang yang hajinya hanya sampai depan rumah, beralamat di Damaskus atau Suria,  seluruh ibadah jama’ah  haji tahun itu diterima Alloh SWT.

Abdullah Bin Mubaroq yang penasaran dengan nama yang disebut malikat, sepulang ibadah haji  pun berusaha mencari orang yang dimaksud. Singkat cerita, Abdullah Bin Mubaroq berhasil menemui orang dimaksud yang  bernama Muafaq, yang ternyata hanyalah seorang tukang sol sepatu.

Ya, tidak seperti yang dibayangkannya. Karena bayangannya, Muafaq orang yang dibicarakan malaikat adalah seorang ulama besar, bahkan seorang waliulloh, namun kenyataanya hanya seorang tukang sol sepatu.

Dalam rasa herannya, Abdullah Bin Mubaroq bertanya kepada Muafaq, tukang sol sepatu itu, “Wahai saudaraku, amalan apa gerangan yang engkau kerjakan, sehingga barokahnya mampu mendatangkan keridhoan Alloh SWT yang luar biasa.”

“Wahai guru, sesungguhnya ibadah haji adalah dambaan dan cita-cita saya, sehingga setiap saat saya senantiasa berdo’a kepada Alloh SWT agar saya bisa berangkat dan melaksanakan ibadah itu. Setiap hari saya selalu berusaha menabung untuk itu. Namun saat akan berangkat haji, istri saya yang sedang hamil muda mencium aroma masakan yang begitu nikmat, dan meminta saya untuk mencari sumber bau dan memintakan sedikit atau kuahnya saja demi  jabang bayi yang sedang dikandungnya.”

Tukan sol sepatu melanjutkan dan didengarkan Abdulloh Bin Mubaroq secara seksama, “Kebetulan kami sudah lama menikah dan baru akan dikaruniai seorang anak oleh Alloh SWT dan sebagai bukti cinta kasih kepadanya. Saya pun menurutinya. Akhirnya, saya temui sebuah rumah yang di dalamnya ada empat anak yatim sebagai sumber bau.”

Kemudian maksud dan tujuan disampaikan, dan alangkah kagetnya tukan sol sepatu itu, karena sang ibu berkata, “Maafkan kami wahai saudaraku. Makanan ini nikmat, harum dan halal buat kami, namun haram untukmu juga istrimu.”

“Saya pun bertanya, bukankah agama, Nabi dan Rosul, Kitab Al – Qur’an, Kiblat kita sama, tapi mengapa makanan ini berbeda untuk kita,” jawabnya.

“Karena kami sudah beberapa hari tidak makan, tadi pagi saya temukan bangkai kambing di tempat sampah, lalu saya ambil salah satu pahanya untuk dimasak dan kami makan,” tutur sang ibu itu.

“Akhirnya, saya pun pulang. Setelah bermusyawarah dengan istri,  ongkos ibadah haji yang ada kami belikan kambing dan bahan makanan lainnya. Semua kami berikan kepada anak-anak yatim dan saya niatkan ibadah haji saya cukup sampai depan pintu rumah, seraya membaca Labaik Allohuma Labaik,”  cerita Muafak kepada Abdulloh Bin Mubaroq.

Ustadz Ubaidillah pun mengakhiri tausyiahnya, dengan mengajak seluruh jama’ah berdoa agar PDI-P menjadi pemenang pada pemilu yang akan datang. “Hadirin sekalian, khususnya anak-anakku Kekasih Baginda Nabi Muhammad SAW, saya sangat yakin do’a

Kalian makbul, karena itu mari kita do’akan PDI-P agar menjadi pemenang pada pemilu yang akan datang dan kita do’akan tetap istiqomah membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat, dan kita do’akan juga agar cita-cita bapak Waras Wasisto mendapatkan ridhoNya untuk menjadi anggota DPRD di Provinsi Jawa Barat, bahkan diangkat menjadi salah satu menteri pada kabinet yang akan datang karena kepeduliannya kepada anak-anak yatim,” ajaknya bersemangat. | Muchtar Q

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in