Sub Terminal Sukatani Berubah Fungsi

Bekasi, Trans – Salah satu kelemahan pemimpin di daerah yang paling menonjol  saat ini—sehingga bisa dikatakan sebagai penghambur-hamburan uang negara—adalah terlalu banyak program, namun setelah program dilaksanakan, pengawasannya sangat rendah.

Padahal, dalam merencanakan sebuah program sampai dengan pelaksanaannya di lapangan,  membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terlebih di era otonomi  daerah sekarang ini, apapun program pemerintah—selagi menggunakan uang negara, maka anggota dewan harus ikut membahasnya. Bahkan, tidak jarang sebuah program bisa dibuat dan dilaksanakan, karena eksekutif telah melobi para anggota dewan, dengan menyetor sejumlah uang agar disetujui oknum-oknum yang biasa disebut wakil rakyat itu.

Maka tidak heran, masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya di daerah Kecamatan Sukatani, sangat menyayangkan kebijakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang telah membangun Sub Terminal Sukatani, namun tak berfungsi. Subterminal ini ternyata hanya menjadi tempat transit bagi para pedagang kali lima. Sedangkan angkutan kota (angkot) tidak ada yang transit di dalam terminal itu.

Ada apa rupanya? Ternyata, dari informasi yang dihimpun Koran Transaksi,  sub terminal itu telah menjadi lahan bisnis bagi oknum-oknum petugas  terkait. Lumayan! Setiap pedagang kaki lima yang transit di sub terminal itu dipungut biaya secara bervariasi, yakni antara Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu per bulan. | Nunu E

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in