Tabrakan Mobil dan Sepeda Motor Supir PT G4S Lolos Dari Jeratan Hukum

Bekasi, Trans – Sidang perkara kecelakaan lalu lintas antara mobil dengan sepeda motor yang diajukan sebagai terdakwa Ade Sopyan bin Soleh (24) selaku pengendara sepeda motor menjadi kontroversi di Pengadilan Negeri Bekasi.

Sedangkan pengemudi mobil PT.G4S Cash Service bernama Wahyudin hanya dijadikan sebagai saksi oleh pihak penyidik polres Bekasi.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Budi Raharto,SH menyebutkan bahwa kejadian tabrakan pada hari Selasa 3 Januari 2012 Pukul 22.00 wib di jalan Ahmad Yani persis perempatan BCP Bekasi Selatan.

Pada malam itu Ade Sopyan mengenderai sepeda motor honda No Pol.B.6718 KCP yang membonceng korban Tanti Indah Yanti yang hendak pulang ke rumah habis kerja.

Kemudian di perempetan lampu merah tersebut tiba-tiba terdakwa membelok ke kanan menyebrang jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain yang datang dari arah depannya.

Saat itu sepeda motor yang dikendarai oleh Sopyan terbentur bagian belakangnya oleh mobil Box No.Pol 9774 FU yang dikemudikan Wahyudin.Karena berbenturan dengan mobil tersebut mengakibatkan korban Tanti jatuh terpental dijalanan dan meninggal dunia.

Sebagaimana Visum et repertum RS Mitra Keluarga No.01/RM/-RSMKBT/VER/II/2012 Tanggal 6 Februari 2012.menyimpulkan bahwa korban meninggal karena cidera kepala berat patah tulang tengkorak, pendarahan serta terjepit tonjolan otak dan memar jaringan otak.

Akibat kelalaian yang dilakukan terdakwa sehingga Jaksa Penuntut Umum,Budi Raharto,SH mengenakan pasal terhadapĀ  Ade Sofyan sesuai pasal 310 ayat 4 Undang-Undang RI No.22 Thn 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Perkara ini disidangkan Majelis Hakim Indah Sulistyawati,SH dengan anggotanya Barita Lumban Gaol,SH dan Erna Matauseja,SH. Menurut majelis bahwa dari tiga saksi yang diajukan oleh Jaksa belum membuktikan adanya kelalaian yang dilakukan terdakwa, karena supir mobil yang menabrak belum hadir dipersidangan.

Padahal Kanit Laka Polrestro Bekasi, AKP Heri Purwanto,S.sos mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi mata di TKP, ternyata setelah dipersidangan tidak ada saksi mata diperiksa karena tidak ada di BAP.

Sangat disayangkan perilaku polisi yang memeriksa perkara tersebut, yang membebaskan supir PT.G4S Cash Service dari jeratan hukum. Polisi lupa bahwa kebenaran berlalu lintas tidak menghilangkan kelalaian sesorang sebagaimana ketentuan pasal 10 undang-undang lalu lintas. | Lora

FacebookTwitterGoogle+Share

2 comments

  1. Itu adalah pelajaran yang sangat berharga bagi pengendara sepeda motor,mulai dari sekarang patuhilah rambu2 lalu lintar dan marka jalan, untuk pengendara sepeda motor biasakan menyalakan lampu disiang dan malam hari,ini untuk keselamatan diri anda sendiri,bukan karena takut ditilang polisi, gunakan spion standar yg ukurannya cukup besar,agar anda bisa melihat kendaraan dibelakang anda yang sedang melaju kencang dan anda bisa menghindar, biasakan memberi isyarat/lampu sein 10 meter sbelum anda hendak belok

    • dilihat masalahnya dulu mas brow. disidang aja ga bisa membuktikan kesalahan pengendara motor… kenapa ente nyalahin… bukannya ente seneng ya kalo yang pake motor kaga pake helem kan ente dompet ente jadi tebel kan.. ane sering papasan ama mobil g4s gila2 tu sopir pada punya nyawa 9 kali ya ane jangan karena pada bawa pistol trus bisa sok di jalan… buat para APARAT jg jangan pilih pilih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>