Terminal Pulo Gebang Dioperasikan

Pembangunan terminal Pulo Gebang menelan biaya Rp 450 miliar dan merupakan terminal termodern di Indonesia yang dapat mewakili citra Jakarta sebagai ibu kota negara.

 

 

Jakarta, Trans—Sabtu (23/6), Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan melakukan soft launching Terminal Bus Antarkota dan Antarprovinsi (AKAP) Pulo Gebang, Jakarta Timur. Bersamaan dengan ini, jalur bus transjakarta Koridor XI (Kampung Melayu-Pulo Gebang) akan diperpanjang hingga masuk terminal.

 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, rencana menggunakan jenis bus articulated atau bus gandeng untuk Koridor XI ini belum terlaksana lantaran jalur yang tersedia masih sempit.

 

“Kami akan melakukan pelebaran jalan untuk bus transjakarta gandeng. Ini akan kami lakukan segera mungkin sehingga bus gandeng bisa beroperasi di Terminal Pulo Gebang,” kata Pristono seusai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa HUT DKI Jakarta di DPRD DKI, Jakarta, Jumat (22/6).

 

Saat ini, pembangunan fisik Terminal Pulo Gebang masih 80 persen. Pada Oktober 2012, ditargetkan pembangunan fisiknya sudah mencapai 100 persen dan dapat digunakan secara optimal pada akhir tahun.

 

Proyek pembangunan terminal ini menelan biaya Rp 450 miliar dan merupakan terminal termodern di Indonesia yang dapat mewakili citra Jakarta sebagai ibu kota negara.

 

Dari segi arsitekturnya, dibuat pemisahan antara sirkulasi penumpang yang ada di lantai 1 dan lantai mezzanine dengan kendaran angkutan umum yang ada di lantai 2. Terminal yang menempati lahan seluas 9,08 hektar ini memiliki tiga lantai.

 

Terminal yang dibuat setara dengan terminal kelas internasional ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa area komersial yang terdiri dari supermarket, department store, ritel, dan food court.

 

Nantinya, selain bus transjakarta yang akan masuk ke terminal, ada juga tiga angkutan kota lain, yaitu KWK T22 (Pulo Gadung-Gudang Palawad), T25 (Stasiun Cakung-Rawa Mangun), dan T29 (Pulo Gadung-Ujung Krawang).

 

Keluhan Sopir Metromini

 

Pengoperasian bus transjakarta Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Pulogebang membuat sopir metromini khawatir. Para sopir mengaku, beroperasinya transjakarta dengan trayek yang sama dengan rute mereka dapat mengurangi pendapatan.

 

“Kami akan tersaingi. Sebelum ada busway saja penumpang sudah sepi. Pasti penumpang akan beralih ke busway. Sewa kami semakin jarang,” ujar seorang sopir metromini T 506 jurusan Kampung Melayu-Pondok Kopi, misalnya.

 

Kekhawatiran senada juga diungkapkan sopir lainnya. Pemerintah diminta memperhatikan nasib para sopir metromini yang trayeknya sama dengan transjakarta Koridor XI.

 

“Saya sangat berharap pemerintah memikirkan nasib kami, syukur-syukur kami ditarik menjadi sopir busway,” ujar sejumlah sopir metromini.

 

Diungkapkan, meski biaya setoran telah diturunkan dari Rp 400.000 menjadi Rp 200.000, merea kerap kekurangan membayar setoran sehari-harinya. “Sehari-hari saya rata-rata dapat Rp 230.000. Jadi, sehari itu paling banyak saya cuma mengantongi Rp 30.000,” kata seorang sopir, mengeluh.

 

Ia juga mengatakan, teman-temannya sesama sopir T 506 banyak yang telah “pensiun dini” menjadi sopir lantaran sulit membayar setoran. Ia sendiri mengaku telah memberitahukan kepada pemilik metromini tersebut jika masih kesulitan membayar setoran, akan minta berhenti dan pindah ke trayek lain. | Sw

 

 

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain