120×600 [tma]
120×600 [tma]

Terungkap Dari Putusan Sidang BPSK, Bank BJB Gelapkan Milyaran Rupiah Dana Nasabah

Restitusi dana premi asuransi dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan akad kredit awal tidak diberikan oleh Bank BJB kepada para nasabah.

 

Bank BJB Cabang Sukabumi.Sukabumi, Trans – Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Sukabumi dan Pelabuhan Ratu, diduga telah menggelapkan dana para nasabah dari kalangan PNS di lingkungan Pemkab Sukabumi.  Dana miliaran rupiah yang sengaja diendapkan oleh pihak bank plat merah milik Pemprov Jabar dan Banten ini, berasal dari dana restitusi asuransi jiwa yang tidak dikembalikan kepada nasabah saat pelunasan pinjaman yang dilunasi sebelum jatuh tempo.

Kasus ini terungkap dari gugatan beberapa nasabah ke pihak Bank BJB dalam persidangan di  Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kab. Sukabumi. Di antaranya dari Heryana, PNS dilingkungan UPTD Pasar Parungkuda yang menggugat Bank BJB Cabang Pelabuhan Ratu.

Hasil putusan BPSK,  pihak Bank BJB harus mengembalikan dana restitusi asuransi. “Pihak Bank BJB Cabang Pelabuhan Ratu telah melaksanakan putusan BPSK.  Pak Heryana telah menerima dana restitusi asurasi sebesar Rp.  1.400.800,–“ kata Memed Jamaludin,  Sekretaris BPSK Kab. Sukabumi.

Sementara Ernawati dan Yuhaeni, PNS di lingkungan Dinas Pendidikan yang sama-sama menggugat melalui BPSK, kata Memed, telah dibayar pula dana restitusi asuransi jiwa-nya oleh pihak Bank BJB Cabang Sukabumi.

Dengan dipatuhinya putusan BPSK ini, tambah Memed, menandakan bahwa dana restitusi asuransi hak para nasabah selama ini terendap  di Bank BJB.

Saat ini, tambah Memed, telah terdaftar di BPSK yang menggugat Bank BJB sebanyak 63 nasabah dari kalangan PNS. “Karena gugatannya sama, proses persidangannya secara arbitrase atau dikuasakan kepada pihak Pengacara,” tandas Memed.

Seperti diketahui, para PNS dilingkungan Pemkab Sukabumi, termasuk Heryana, Ernawati dan Yuhaeni saat  meminjam dana ke pihak Bank BJB untuk pinjaman multi guna, oleh pihak Bank BJB dibebani program asuransi jiwa sebesar 2,75 persen dari nilai pinjaman.  Pembayaran premi asuransinya langsung dipotong dari nilai pinjaman saat pinjaman tersebut cair di Bank.

Karena pada umumnya para nasabah Bank BJB melunasi pinjaman tersebut sebelum jatuh tempo berakhir,  dengan  tujuan agar mendapat pinjaman yang lebih besar lagi. Maka si nasabah mengajukan lagi pinjaman.

Namun, dana premi asuransi dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan akad kredit awal, oleh pihak Bank BJB restitusinya tidak diberikan kepada para nasabah. Contohnya, misalnya si A seorang PNS meminjam dana ke Bank BJB sebesar Rp. 50,– juta dengan jangka waktu kredit 36 bulan atau selama 3 tahun.  Selama 3 tahun tersebut si nasabah dibebani asuransi jiwa sebesar 2,75 persen dari nilai pinjaman. Ternyata pinjaman tersebut dilunasi hanya 1 tahun yang seharusnya 3 tahun.

“Seharusnya saat pelunasan pihak Bank BJB mengembalikan dana premi asuransi yang masih tersisa 2 tahun kepada nasabah. Atau memberikan restitusi premi yang 2 tahun,” ungkap Memed.

Tidak Mungkin

Gencarnya tudingan telah menggelapkan dana restitusi asuransi jiwa para nasabah, akhirnya pihak Bank BJB menjelaskan, bahwa kiprahnya sebagai bank milik Pemprov Jabar dan Banten, tidak pernah menggelapkan dana nasabah sepeserpun.  Termasuk dana asuransi dan tuduhan tersebut dinilai tidak mendasar.

“Bank BJB tidak mungkin menggelapkan dana hak nasabahnya. Kami hadir di Jawa Barat dan Banten untuk membantu mensejahterakan masyarakat.  Alhamdulillah, kiprah kami maju pesat berkat dukungan masyarakat.  Jadi, tidak mungkin kami harus menggelapkan dana masyarakat,” kata Jadi Kusmaryadi, Staff Humas Bank BJB.

Dijelaskannya, program Bank BJB, terutama untuk para peminjam atau debitur diikut sertakan dalam program asuransi jiwa.  Besarannya 2,75 persen dari nilai pinjaman.  Dibayarkan oleh pihak debitur saat pencairan dana pinjaman.  Pengelola asuransinya adalah Insco Multi Pratama sebagai mitra kerja Bank BJB.

“Jadi setoran premi asuransi dari nasabah atau debitur itu langsung disetorkan kepada pihak pengelola asuransi.  Dananya sama sekali tidak disimpan di rekening Bank BJB sebagai asset Bank. Apabila terjadi klaim dari pihak nasabah kepada Bank BJB, kami teruskan kepada pihak pengelola asuransi,” ungkap Jadi.

Program asuransi, tutur Jadi, selalu dijelaskan kepada para nasabah saat mengajukan kredit.  Bahkan dijelaskan kembali saat pencairannya, Pada saat itu tambahnya, para nasabah mengerti dan langsung menanda tangani akad kredit yang disetujui kedua belah pihak.

Apabila nasabah melunasi pinjamannya sebelum jatuh tempo pengembalian, atau bayar maju, pihak Bank BJB secara rutin langsung mengembalikan dana restitusi asuransinya kepada setiap nasabahnya, setelah klaim Bank BJB disetujui oleh pengelola asuransi.

“Program asuransi ini adalah kumpulan yang dikelola oleh pihak Bank. Otomatis pihak Bank yang diberikan Polis asuransi-nya oleh pengelola asuransi.   Bukan kepada perorangan nasabah,” ungkap Jadi seraya menyesalkan tindakan para nasabah yang mengadukan permasalahan asuransi ke pihak BPSK. “Padahal sebaiknya mereka datang saja ke Cabang Bank BJB.  Kami akan melayaninya.” tandasnya.

 

Bukti Polis

Namun, adanya program asuransi yang sifatnya perkumpulan dan para pesertanya tidak mendapatkan polis, mendapat rekasi keras dari Ujang S. Chandra,  pengamat asuransi.  Menurutnya,  program Bank BJB perlu dipertanyakan.  Karena, peserta asuransi wajib menerima bukti polis asuransi.

Contohnya, kata Chandra, saat di Pemkab Sukabumi ada lembaga BKPPU,  OPD itu pernah bekerja sama dengan asuransi PT Bumi Asih Jaya untuk memberikan perlindungan kecelakaan diri, atau asuransi jiwa kepada seluruh wartawan yang bekerja di wilayah Kab. Sukabumi.

Bahkan program BKPPU itu menggratiskan premi asuransi yang harus dibayarkan kepada PT Bumi Asih Jaya. Tapi setiap wartawan menerima Polis Asuransi sebagai bukti peserta asuransi.

Begitu juga ormas MKGR yang meng-asuransikan anggotanya yang bekerja sama dengan pihak asuransi PT Jasa Raharja Putera. Setiap anggota MKGR menerima bukti Polis asuransi.

“Polis asuransi itu mesti diterima oleh setiap peserta asuransi, meski perogram pengelolanya bersifat perkumpulan. Kami jadi heran dengan program asuransi Bank BJB selama ini.  Perlu dipertanyakan. Kalau perlu harus diusut tuntas,” tandas kepala biro salah satu media lokal Sukabumi. | Ars

Related posts

2 Comments

  1. Sherli M

    ah .. kirain berita apaan deh.
    Tips: agar tidak terjadi lagi korban / perselisihan sebaiknya saat pengajuan kredit, kita harus lebih teliti membaca persyaratan yang tertera. Kalau cocok ambil, kalau ga cocok jangan minta pinjaman. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga di kemudian hari.

    Reply
  2. trisna

    Maaf mau tanya, bolehkah kita melunasi kredit bank bjb sebelum masa kredit berakhir dan pelunasannya itu diakhirtahun ?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *