Soal Penolakan KMM Jaya Di Matraman 19 Kian Panas Gubernur Sumbar Berangus Ide Bung Hatta

Jakarta, Trans – Penolakan yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno terhadap Keluarga Mahasiswa Minang Jakarta Raya (KMM Jaya) berkantor di Kantor Penghubung Sumatera Barat di Jalan Matraman Raya 19 Jakarta Timur, terus menuai kontroversi. Tampaknya, Irwan Prayitno menjadi kerdil di mata masyarakat Sumatra Barat.

Dari sudut manapun, Irwan Prayitno mengambil kebijakan untuk KMM Jaya berkantor di Kantor Penghubung Sumatera Barat, semakin menunjukkan bahwa dia benar-benar awam soal keberadaan KMM Jaya di Kantor Penghubung Sumatera Barat.

Salah satu contoh, yang mungkin sama sekali tidak diketahui Gubernur Sumatera Barat itu, bahwa keabsahan hukum seluruh  surat-surat izin dari surat izin notaris sampai surat izin domisili KMM Jaya berkantor  di Matraman Raya 19, semuanya lengkap di miliki oleh KMM Jaya. “Jadi bukan liar,” ujar Eddie Moeras SH MM, Wakil Ketua Umum Forum Alumni Mahasiswa Minang Nusantara (FA-MMN), kepada Koran Transaksi, Sabtu (21/4).

Eddie Moeras mengingatkan kepada Irwan Prayitono, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat tidak bisa semena-mena aja kepada KMM Jaya. “Perlu ada mufakat dan musyawarah, karena KMM Jaya sudah 40 tahun berkantor di Matraman Raya 19. Ini sejarah! Seharusnya ada jalan keluarnya, namun bentuknya Pemrov Sumatera Barat lah yang tahu dari pos-pos mana saja dana tersebut dikeluarkan,” tegas mantan Sekjen KMM Jaya itu.

Kalau pun KMM Jaya harus membayar sewa, lanjut Eddie Moeras, biarkan KMM Jaya itu masuk berkantor  di Matraman Raya 19. “Masalah penyelesaian administrasi, itu soal teknis. Tidak ada hak  Pemrov Sumbar  dan PT Balairung melarang KMM Jaya berkantor di Matraman Raya 19. Tapi yang terlihat sekarang ini ada kesan mempersulit KMM Jaya,” ujarnya menyayangkan.

Eddie Moeras mengaku telah menghubungi Kepala Perwakilan  Pemrov  Sumatera Barat, Budi Luhur,  di Jakarta  melalui telepon. “Beliau memberi respon agar bisa berdialog, duduk bersama dengan  pihak direksi PT Balairung, dan pihak Pemrov Sumatera Barat, dalam waktu dekat ini. Kalau setelah dialog tidak ada tercapai kata sepakat, saya akan menindak lanjuti dan memprosesnya secara hukum,” ujar Eddie Moeras, yang juga pengacara ibu kota itu.

Kata sepakat yang diharapkan Eddie Moeras itu, tampaknya merupakan pilihan terbaik bagi kedua belah pihak. Jika tidak, banyak yang akan terluka. Bahkan, Proklamator Indonesia Bung Hatta bisa bangkit dari alam kubur. Seperti dikatakan Jonprizal Piliang, mantan sekjend KMM Jaya  periode 1991 -1993, awal KMM Jaya berkantor di Matraman Raya 19 mendapat restu dan disahkan oleh Proklamator Indonesia Bung Hatta. “Jadi, bukan mengada-ada,” ujarnya berapi-api.

Jonprizal Piliang, yang saat ini bendahara umum di FA-MMN, sangat berang dan mengecam keras aksi Iwan Prayitno selaku Gubernur Sumatera Barat, meminta KMM  Jaya membayar sewa bila ingin berkantor di Kantor Penghubung Sumatera Barat, di Mmatraman  Raya  19.

“Proklamator Indonesia Bung Hatta sendiri sangat peduli dengan keberadaan mahasiswa Minang di Jakarta agar menjadi anak bangsa yang berguna untuk nusa dan bangsa. Bung Hatta mengadakan pertemuan dengan para tokoh-tokoh Minang serta pengusaha  dan pejabat  urang awak yang menduduki jabatan di Pemerintahan RI di Villa Hasyim Ning, agar mahasiswa mendapat tempat di Matraman Raya 19. Tempat itu sebagai tempat berdiskusi  yang melahirkan pemikiran–pemikiran yang jitu. Kala itu bernama KMSB, sekarang menjadi KMM Jaya,” papar Jonprizal Piliang.

Menurut  Jonprizal Piliang,  Gubernur  Sumbar Iwan Prayitno sepertinya telah melupakan sejarah, dan tidak paham tentang adat istiadat Minang kabau. “Tindakan gubernur kepada mahasiswa tidak pantas dan tidak etis. Kalau kita main hitung-hitungan, Pemrov Sumbar masih berhutang kepada KMM Jaya. Selama 40 tahun KMM  Jaya berbuat untuk Sumatera Barat, jika diberikan 2,5 persen dari investasi yang masuk ke pemerintah daerah waow hasilnya dahsyat. Sewa yang dibebani Rp 80 juta itu juga tidak pantas,” tegasnya.

Ya, lukisan  perjuangan mahasiswa yang telah ditorehkan di kanvas oleh  KMM Jaya, diacak-acak, dirobek-robek, dan diberangus  setelah Iwan prayitno menjabat Gubernur Sumatera Barat. Iwan Prayitno bahkan membentuk perkumpulan mahasiswa yang notabenenya adalah anggota tarbiah dan kumpulan Kesatuan Aksi Muslim Indonesia. “Sepertinya berbau-bau partai politis, ya tentu Iwan Prayitno anggota  PKS,” ujar anggota KMM Jaya.

Padahal, Jonprizal Piliang sendiri merasakan perjuangan KMM Jaya untuk memajukan ranah Minang, penuh dengan keringat, tenaga, pemikiran. “Bahkan, sampai tipis tapak sepatu saat menjadi mahasiswa, untuk  melobi, menghubungi para investor  agar bisa melirik ranah Minang,” ungkapnya.

Jonprizal Piliang pun balik bertanya, apa yang telah diperbuat Irwan Prayitno selaku Gubernur Sumbar terhadap masyarakat dan tanah minang? “Sampai sekarang ini tidak terlihat, tidak terasa, yang ada hanyalah masalah. Hasilnya nol besar dan hanya mengedepankan kearoganannya. Untuk memimpin Sumatera Barat bukan hanya butuh banyak title sekolah saja, tapi harus tahu dan paham tentang  adat istiadat budaya Minang kabau,” ujarnya mengingatkan.

Jonprizal Piliang mengaku tidak kenal dengan Iwan Prayitno. “Saya juga tidak punya kepentingan  proyek di Sumatera Barat. Walaupun saya seorang pengusaha, tapi saya punya kepentingan kepada anak bangsa, khususnya putra putri minang yang sedang menuntut ilmu pendidikan di ibu kota Jakarta. Tidak etis menyuruh mahasiswa membayar sewa Rp 80 juta pertahun untuk berkantor di Matraman Raya 19,” ujar pengusaha sukses di Balik Papan, Kalimantan Timur itu.

Bila nanti tidak ada kata sepakat antara mahasiswa dengan Pemrov Sumatera Barat, kata pengusaha sukses itu dari balik telepon kepada Koran Transaksi, “saya dan FA-MMN siap membayar aset Kantor Penghubung Pemrov Sumatera Barat, jika Pemrov menjualnya,” ujarnya.

Namun, lanjut Jonprizal Piliang, jika Pemrov Sumbar memberikan  mahasiswa KMM Jaya berkantor  di Matraman Raya 19, “kata pepatah minang walaupun ado rumah tuo rumah baru kadibuek juo,” ujar Jonprizal Piliang. Maksud Jonprizal Piliang, para alumni KMM Jaya sedang menyiapkan site plane untuk membuat asrama mahasiswa, lengkap dengan fasilitas serta tempat ibadah di Jakarta.

“Supaya mahasiswa yang menuntut ilmu pendidikan di Jakarta menjadi mahasiswa yang berkualitas. Tunggu saja sebentar lagi akan terealisasi, kami  sekarang ini sedang mencari lokasi yang pas untuk membangun asrama. Inilah satu keinginan kami dan akan diwujudkan,” tuturnya.

Sekjend FA-MMN, Amri Aziz juga sangat mengecam tindakan  dari Iwan Prayitno Gubernur Sumbar  yang semena-mena  memperlakukan KMM Jaya. Maklum, Amri Aziz tahu betul keberadaan KMM Jaya di Matraman Raya 19, karena dia pelaku sejarah  berdirinya  KMSB yang sekarang menjadi KMM Jaya. Amri Aziz  satu  angkatan dengan Zulkarnaen  Djabar, yang sekarang adalah Ketua  FA-MMN  Jakarta, yang juga anggota DPR RI. Mereka dulunya sama di KMSB Jakarta.

Berbicara mengenai Irwan Prayitno, ternyata Amri Aziz. yang juga menjabat  wakil ketua umum Gebu Minang bidang  Sosial dan Kebencanaan Periode 2011-2016,  punya catatan tersendiri. “Awal yang tidak baik itu sudah mulai tercermin ketika beliau (Irwan Prayitno-red) menghadiri welcome party  di halaman gubernuran,  satu hari pelantikan Iwan Prayitno menjabat Gubernur Sumatera Barat,” kenang Amri Aziz.

Ketika itu, lanjut Amri Aziz mengenai kisah canda tapi memilukan itu, Iwan Prayitno memberi kata sambutan dengan enteng dan congkaknya dihadapan khalayak ramai masyarakat. “Untuk pertama kalinya orang Jawa menjadi Gubernur Sumatera Barat. Itu dikatakan  Iwan Prayitno di hadapan Ketua Gebu Minang Jendral Asril Tanjung, Fahmi Idris mantan Menaker, dan Fahmi Kejati Sumbar,” ungkap Amri Aziz.

“Kata-katanya itu membuat hati putra putri terbaik Minang yang hadir pada waktu itu teriris. Seolah–olah mengejek atau mengenyek, seperti cetek dan dangkal Iwan Prayitno di mata para tokoh Minang pada saat itu,” tandas Sekjen  Badan Koordinasi Kemasyarakatan & Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) itu.

Sejak saat itu, Amri Aziz sudah mempunyai firasat tidak baik apabila Irwan Prayitno memimpin Sumbar. “Ternyata benar! Sepak terjang dan arogansi Irwan Prayitno mulai terlihat, salah satunya tidak diperbolehkannya KMM Jaya berkantor di Matraman Raya 19. Di mata saya, Irwan Prayitno  itu seorang yang virgit dan imun. Tulis ini, jangan lupa,” ujar Dewan Penasehat KAHMI (Korps Alumni  HMI Jaya) DPW Jakarta itu.

Menurut Amri Aziz, Gubernur Sumbar yang benci kepada orang perantauan adalah Irwan Prayitno. “Dia lupa bahwa masyarakat perantauan yang terdiri dari pengusaha dan tokoh-tokoh masyarakat Minang, banyak memberikan  sumbangsihnya kepada ranah minang. Komunikasi diputusnya, seolah-olah tidak  ada apa-apanya perantau Minang di Jakarta ini. Raso jo pariso sebagai urang yang telah diangkat datuak. Irwan Prayitno itu sudah hilang, lihatlah sekarang tidak ada satu pun  keberhasilan untuk masyarakat  Sumbar. Yang ada hanyalah kepentingan partainya, bukan kepentingan buat masyarakat. Salah piliah,” ujar Amri Azis dengan nada tingginya.

Amri Azis mengingatkan, orang Minang mempunyai tata hukum  adat sendiri. “Apalah jadinya nanti Iwan Prayitno jika sudah tidak menjadi gubernur Sumatera Barat. Dengan sikapnya seperti sekarang ini, dia bisa tidak ditegur sapa oleh masyarakatnya dan tidak dibawa bermufakat lagi, apakah enak rasanya?” tuturnya.

Persoalan KMM Jaya sekarang, bukanlah persoalan biasa dan bisa dianggap enteng. Ia bagaikan bola panas yang liar. “Masalah ini juga sedang dirapatkan oleh DPD RI Utusan Sumatera Barat dengan ketuanya, juga sudah dibawa ke DPRD Sumbar. Sekarang ini masih menunggu keputusan,” pungkas  Amri Azis. | Meidi Muluk

FacebookTwitterGoogle+Share

6 Responses for “Soal Penolakan KMM Jaya Di Matraman 19 Kian Panas Gubernur Sumbar Berangus Ide Bung Hatta”

  1. bobi says:

    hahah ternyata orang golkar semua ya yang marah pada pKS… dan juga HMI yang ga suka dengan Tarbiyah/ anak mesjid..

    intinya ini bukan untuk pemuda2/pemudi minang tapi untuk kepentingan golongan.. sejak rozy jadi ketua KMM Jaya.. semua gerakan KMM Jaya berbau politis dan Golkar sekali.. fulgar..

  2. bobi says:

    o ya.. untuk kawan2 mahasiswa minang… hati2 dengan gerakan Muhammad rozi dan rekan2 nya yang berbau politis dan sudah jelas gerakannya yg berbau HMI.. dan kita tau siapa yg ada dibelakang HMI.. lihatlah dengn bangganya mereka berfoto dgn tokoh2 HMI dan Golkar termasuk sang koruptor anas urbaninggrum… cuihh….

  3. bobi says:

    dapet data lagi nih: ternyata… ini foto mahasiswa yg protes, underbow politik lawan PKS. kader golkar https://fbcdn-sphotos-a.akamai hd.net/hphotos-ak-ash4/291873_ 1866164828485_42039_n.jpg

    dan siapa bilang tidak pernah bertemu dgn gubernur.. ini foto mereka silaturahim dengan pak Prof.. di jamu malah.. >> https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/394073_374178555944533_100000571763288_1367549_1693627964_n.jpg

    dan ini foto profil ketua KMM… hmm kader golkar bro.. hahah >> https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157230_1671987377_177431082_n.jpg

  4. bobi says:

    dapet data lagi nih: ternyata… ini foto mahasiswa yg protes, underbow politik lawan PKS. kader golkar https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/291873_1866164828485_42039_n.jpg
    dan siapa bilang tidak pernah bertemu dgn gubernur.. ini foto mereka silaturahim dengan pak Prof.. di jamu malah.. >> https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/394073_374178555944533_100000571763288_1367549_1693627964_n.jpg
    dan ini foto profil ketua KMM… hmm kader golkar bro.. hahah >> https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157230_1671987377_177431082_n.jpg

  5. bobi says:

    ternyata perpanjangan tangan patrialis >> chek it out…

    1. https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/253386_1822720662408_1493226_n.jpg

    2. https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/265011_1761133362764_2933825_n.jpg

    gerakan menjatuhkan gubernur sumbar oleh lawan2 politik dari partai2 yg sudah jelas2 tampak.. :D hahay.. ketahuan gerakan mahasiswa KMM Jaya adalah underbownya Golkar.. suit suit…

  6. bobi says:

    jadi wajar gerakan KMM Jaya ini sekarang menjadi senjata untuk menjatuhkan Irwan Prayitno… hati-hati gerakan KMM Jaya sudah tidak murni lagi sejak di bwh kpmimpinan Muhammad Rozy (kaki tngn patrialis)

    ada gerakan bawah tanah dari patrialis melalui KMM Jaya (khususnya ketua KMM Jaya Rozy) yg sangat gampang sekali bertemu dgn patrialis dan bisa di bilang intens… tampak dari beberapa foto mereka.. semakin jelas siapa di belakang KMM Jaya sekarang dan apa tujuan tokoh2 besar mendekati ketua KMM Jaya.. simbiosis mutualisme..

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in