Warga Perumahan GPK Karangkandri Mendesak PLTU Cilacap Menjawab Pasti!

[slideshow]

Cilacap, Koran Transaksi.com – PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap didesak oleh warga perumahan Griya Kencana Permai (GKP), Kecamatan Kesugihan. Pasalnya, aktifitas PLTU Cilacap menimbulkan polusi udara yang semakin hari semakin menggangu kesehatan warga.

Adapun hal-hal yang melatarbelakangi Warga RT 07, 08, 09 RW V Perumahan Griya Kencana Permai Karangkandri, Kecamatan Kesugihan yaitu mendesak dengan mengajukan permohonan pembebasan tanah dan bangunan seluas 5 Hektar dari 295 unit rumah termasuk fasilitas umum kepada PT S2P PLTU Cilacap. Sesuai UU No 23 tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan hidup, bahwa pendirian pabrik jarak minimal adalah 1 Km (Satu Kilometer) dari pemukiman Penduduk.

Berdasarkan fakta, jarak terdekat antara PLTU Cilacap dengan perumahan Griya Kencana permai Karangkandri adalah 200 meter dan jarak terjauh 500 meter, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan sangat terasa. Akibatnya warga dirugikan dalam hal kesehatan, keamanan, kenyamanan, sosila, ekonomi.

Sebelum adanya pembangunan PT PLTU Cilacap, perumahan Griya Kencana Permai sudah berdiri terlebih dahulu. Berarti, ada kesalahan dalam AMDAL tanpa memperhatikan rencana tata ruang dalam pembangunan PT PLTU Cilacap yang berkapasitas 2×300 MW (Mega Watt) yang berbahan bakar batu bara sampai 6.000 ton perhari.

Pembebasan Perumahan Griya Kencana Permai Karangkandri seratus persen merupakan kesepakatan warga yang tinggal di Perumahan ini, yakni sebanyak 160 KK dan 500 jiwa. Untuk itu, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap seharusnya bertanggung jawab atas permohonan warga yang telah bertekad bulat memeperjuangkan sampai pembebasan terealisir. Mekanisme pembebasan Perumahan Griya Kencana Permai ini dikoordinir oleh RT 07, 08, 09, RW V dan tidak melibatkan pihak ketiga.

Atas keluhan warga GKP Karangkandri yang melayangkan surat dengan No. 002/RT/GKP/V/2011 tertanggal 18 juni 2011 yang ditembuskan kepada Komisi A DPRD Cilacap. “Tentunya, Komisis A DPRD Cilacap memandang perlu memanggil seluruh pihak termasuk pimpinan PLTU Cilacap yang didesak oleh warga perumahan GKP, agar lokasi tempat tinggal mereka bisa dibebaskan oleh PLTU Cilacap,” kata Taufiq Qurahman Ketua Komisi A DPRD cilacap saat membuka dialog di gedung DPRD Cilacap pekan lalu.

Hadir pada kesempatan itu Hanafi Wakil ketua DPRD dan Jajaran komisi A DPRD Cilacap Taufiq qurahman Sudarno, Junita, Sudiarto, Harun Ar Rasid, Arwani Lc, Guntur Sucipto, Sri satini Al nyai, Kasbani, dan Ivan General Manajer PLTU Cilacap sebagai perwakilan PLTU, Serta Kepala Desa Karangkandri.

Dialog antara PLTU Cilacap Dengan warga perumahan GKP Karangkandri di Gedung DPRD Cilacap membuat kecewa warga. Pasalnya, Sutikno selaku Pimpinan PT S2P PLTU Cilacap tidak hadir karena saat itu sedang dinas di luar kota, akibatnya PT S2P PLTU Cilacap tidak bisa memberikan jawaban Pasti atas tuntutan Warga perumahan GKP karangkandri yang mendesak agar lokasi perumahan GKP segera dibebaskan oleh PT S2P.

PT S2P PLTU Cilacap yang diwakili oleh Ivan Selaku General Manager (GM) PLTU Cilacap hanya menjawab, “maaf itu bukan kewenangan saya untuk menjawab tentang hal itu, kewenangan itu ada pada pimpinan kami. Sekali lagi maaf saya tidak bisa menjawab apa yang menjadi tuntutan warga GKP pada kesempatan ini,”.

“Pimpinan sidang yang kami hormati sekali lagi itu bukan kewenangan kami untuk menjawab,” ucap Ivan Selaku General Manager (GM) PLTU Cilacap berulang-ulang kepada Pimpinan Sidang dan warga Perumahan GKP Karangkandri di gedung DPRD.

“Kami sangat kecewa dengan jawaban PT S2P PLTU Cilacap yang selalu menjawab dengan jawaban klasik seperti itu, (bukan kewenangan kami untuk menjawab hal itu-red) bukankah permasalahan ini sudah cukup lama kita dengar, bahwa aktifitas PLTU itu menimbulkan dampak pencemaran udara yang menggangu kesehatan warga. Kami menilai PT S2P PLTU Cilacap seolah-olah tidak berpihak pada penderitaan warga akibat Polusi yang ditimbulkan PT PLTU Cilacap, saya meminta kepada PT S2P PLTU Cilacap bisa menjawab dengan pasti untuk menjawab atas tuntutan warga perumahan Griya Kencana permai,” kata Guntur Komisi A DPRD Cilacap saat mendesak kepada PLTU Cilacap atas ketidakhadiran Sutikno Pimpinan PLTU Cilacap.

Desakan Komisi A atas Tuntutan permohonan Pembebasan Perum GKP Karangkandri kepada PT S2P PLTU Cilacap akhirnya disepakati tanggal 19 juli 2011. PT S2P PLTU Cilacap akan berdialog kembali di Gedung DPRD Cilacap untuk memberikan jawabanan atas Tuntutan permohonan Pembebasan Perum GKP Karangkandri Kepada PT PLTU Cilacap.

Selesai dialog, rombongan Komisi A DPRD Cilacap langsung mengecek lokasi di perumahan Griya Kencana Permai Karangkandri. Begitu rombongan tiba di lokasi, rombongan disambut demo warga perumahan yang menuntut kepada PLTU Cilacap agar lokasi segera dibebaskan. Terikan warga dan yel-yel yang begitu keras di lokasi perumahan, mendapat sambutan dari Komisi A DPRD Cilacap dan Perwakilan PLTU Cilacap. “Kami akan memperjuangkan agar tuntutan ibu-ibu bisa kami perjuangkan,” kata Taufiqqurahman saat berdialog dengan warga.

Salah seorang ibu-ibu yang tidak mau disebut namanya mengatakan, anak-anak di perumahan Griya Kencana Permai kehilangan tempat untuk bermain. Banyaknya tempat bermain yang sudah diselimuti debu mengakibatkan orangtua melarang untuk keluar rumah. “Kami takut anak-anak kami sakit pernapasan akibat debu yang bertebaran. Kami berharap DPRD Cilacap mampu memperjuangkan penderitaan kami akibat polusi debu yang benar-benar menggangu kecerian anak-anak kami. Kami sudah sepakat menuntut agar lokasi Perumahan Griya Kencana Permai Segera dibebaskan oleh PT PLTU Cilacap,” ucap ibu-ibu berame-rame saat diwawancarai Koran Transkasi.

Dengan banyaknya tempat fasiltas Umum (tempat bermain anak) yang diselimuti debu di Perumahan Griya Kencana Permai Karangkandri, Forum Perlindungan Anak (FPA) Kabupaten Cilacap berharap PT S2P PLTU Cilacap bisa mengabulkan tuntutan warga Perumahan Griya Kencana Permai Karangkandri pada tanggal 23 juli 2011. Dengan dikabulkannya tuntutan warga pada tanggal 23 juli 2011, PLTU Cilacap telah memberikan kado yang terindah pada peringatan hari anak nasional tahun ini. “Kasihan anak-anak harus kehilangan tempat bermain yang bersih dan sehat,” kata Sani Aryanto ketua Forum Perlindungan Anak (FPA) Kabupaten Cilacap kepada Koran Transaksi.

Sebab, lanjut Aryanto, implementasi Hari Anak Nasional, Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia setiap tahun diselenggarakan secara seremonial dan tindakan nyata yang melibatkan anak-anak melalui berbagai aktifitas oleh dan untuk anak Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Seluruh komponen bangsa baik unsur pemerintah maupun swasta turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Anak Nasional di Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota hingga Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. Maka pantaslah bila PLTU Cilacap Mengabulkan tuntutan warga perumahan Griya kencana permai pada tanggal 23 juli 2011 sebagai kado yang terindah untuk Peringatan Hari Anak Nasional khususnya anak-anak di perumahan Griya Kencana permai Karangkandri.

Peringatan Hari Anak Nasional dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk sehat, tumbuh dan berkembang secara sejahtera agar terbentuk generasi penerus yang tangguh, kreatif, jujur, cerdas, berprestasi, serta berakhlak mulia. “Hari Anak Nasional pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati, menjamin dan memenuhi hak-hak anak yang menjadi bagian Hak Asasi Manusia (HAM),” pungkas Sani Aryanto. | Rudi

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain