Menanti Sajian Laga El Clasico Di Partai Final Liga Champions

Barcelona masih kandidat terkuat sebagai kampiun. Namun, hanya Real Madrid yang dapat menggagalkan ambisi Lionel Messi dan kawan-kawan.

 

Laga El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid akan tersaji di final Liga Champions musim ini. Hebatnya kedua klub ini tengah dalam performa terbaik dan layak untuk bertarung di partai puncak. Memang pada pertandingan semifinal, baik El Barca dan El Real akan menghadapi lawan yang tangguh.

Ya, Blaugrana akan menantang wakil Inggris, Chelsea. Sedangkan, Los Merengues menghadapi raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munich. Meskipun lawan berat, Barcelona kontra Real Madrid akan berlaga di partai final yang dihelat di Allianz Arena, 19 Mei mendatang.

Legenda hidup sepakbola Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, juga memprediksi bahwa laga El Clasico akan tersaji di final Liga Champions musim ini.  Menurutnya, Real Madrid dan Bayern Munich kini sedang berada dalam level performa yang tinggi dan akan menjadi laga semifinal yang sangat sulit.

“Namun, saya percaya jika Real (Madrid) akan melaju,” ujar pria berusia 35 tahun itu. Meski kini Spanyol sedang mengalami krisis, lanjut Ronaldo, Madrid dan Barcelona sedang level yang lebih tinggi daripada yang lain.”

Lantas, klub mana yang akan menjadi pemenang? Peraih tiga kali Ballon d’Or tahun 1996, 1997 dan 2002 itu, hanya berbicara positif mengenai entrenador Madrid, Jose Mourinho. Dia percaya jika The Special One akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu, dan mempersembahkan berbagai trofi juara bagi Los Blancos.

“Dia mempunyai mental juara dan kemampuan yang luar biasa untuk membuat pemain berjuang dengan keras. Dirinya juga memiliki pemain yang mampu memenangi apapun,” imbuhnya.

“Saya pikir dia akan bertahan di Real. Saya tidak berpikir dia akan pergi, setidaknya hingga dia mampu meraih yang selama ini menjadi keinginannya,” tandas pemain yang sukses mengantarkan Brasil merengkuh dua trofi Piala Dunia itu.

Namun, pelatih Paris Saint-Germain, Carlo Ancelotti, berpendapat bahwa Barcelona saat ini menjadi kandidat terkuat sebagai kampiun. Namun, dia juga mengatakan dari tiga semifinalis, hanya ada satu tim yang dapat menggagalkan ambisi Barca mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan trofi Champions League. Tim itu adalah Real Madrid di bawah rezim Jose Mourinho.

“Saat ini, hanya Real Madrid yang dapat bersaing melawan klub Katalan itu,” kata Ancelotti yang juga pernah menukangi Chelsea.

Ironisnya, Madrid di bawah rezim Mourinho beberapa kali harus menelan kenyataan pahit saat bersua Barcelona. Dalam 10 pertemuan terakhir, Madrid hanya mampu menang sekali yakni di final Piala Raja. Sisanya, lima kali Madrid kalah dan empat kali hasil imbang.

Hanya saja, dari beberapa kekalahan Madrid itu, bisa dikatakan bahwa playmaker Real Madrid, Ricardo Kaka, belum mampu menunjukkan kemampuannya saat itu. Kini, Kaka mengaku telah kembali percaya diri dan mulai menemukan sentuhan magisnya. Kaka pun berjanji akan terus meningkatkan performanya dan bermain lebih baik lagi bersama El Real.

Gelandang asal Brasil itu tampil apik kala Madrid menggilas APOEL dengan skor 5-2 di laga leg II perempat final Liga Champions, Kamis (5/4) dini hari WIB. Mantan bintang AC Milan itu sukses menyumbangkan satu gol dan satu assist, sekaligus membawa timnya melenggang ke semifinal dengan kemenangan agregat 8-2.

Pada laga yang dihelat di Santiago Bernabeu itu, Kaka dinobatkan sebagai Man of The Match. Lesatan indahnya di menit ke-37 serta aksinya yang mampu merepotkan barisan belakang APOEL membuat Kaka meraih predikat tersebut.

Torehan apik itu tak diraihnya dengan mudah. Sejak hengkang dari Milan pada bursa transfer 2009 lalu, performa Kaka di lapangan hijau menurun drastis. Cedera yang kerap menghantam, membuat pemain 29 tahun itu lebih banyak menjalani perawatan, dan kehilangan tempat di tim inti.

Kini gelandang bernomor punggung delapan itu telah pulih dan kembali menemukan sentuhan magisnya. Kaka juga siap memberikan kemampuan terbaiknya bersama Real Madrid.

“Kepercayaan diri saya telah kembali. Saya tidak percaya untuk melepaskan tembakan dari jarak jauh dan hari ini saya berani melakukannya,” ujar Kaka Seperti dilansir Goal.

Kaka pun merasa senang karena kemampuannya terus berkembang. Dia juga dapat melakukan banyak hal, seperti mencetak gol, assist dan segala sesuatu yang tim butuhkan. Kemajuan Kaka ini harus menjadi pertimbangan tersendiri bagi Barca. | Ars

Barcelona masih kandidat terkuat sebagai kampiun. Namun, hanya Real Madrid yang dapat menggagalkan ambisi Lionel Messi dan kawan-kawan.

 

Laga El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid akan tersaji di final Liga Champions musim ini. Hebatnya kedua klub ini tengah dalam performa terbaik dan layak untuk bertarung di partai puncak. Memang pada pertandingan semifinal, baik El Barca dan El Real akan menghadapi lawan yang tangguh.

Ya, Blaugrana akan menantang wakil Inggris, Chelsea. Sedangkan, Los Merengues menghadapi raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munich. Meskipun lawan berat, Barcelona kontra Real Madrid akan berlaga di partai final yang dihelat di Allianz Arena, 19 Mei mendatang.

Legenda hidup sepakbola Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, juga memprediksi bahwa laga El Clasico akan tersaji di final Liga Champions musim ini.  Menurutnya, Real Madrid dan Bayern Munich kini sedang berada dalam level performa yang tinggi dan akan menjadi laga semifinal yang sangat sulit.

“Namun, saya percaya jika Real (Madrid) akan melaju,” ujar pria berusia 35 tahun itu. Meski kini Spanyol sedang mengalami krisis, lanjut Ronaldo, Madrid dan Barcelona sedang level yang lebih tinggi daripada yang lain.”

Lantas, klub mana yang akan menjadi pemenang? Peraih tiga kali Ballon d’Or tahun 1996, 1997 dan 2002 itu, hanya berbicara positif mengenai entrenador Madrid, Jose Mourinho. Dia percaya jika The Special One akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu, dan mempersembahkan berbagai trofi juara bagi Los Blancos.

“Dia mempunyai mental juara dan kemampuan yang luar biasa untuk membuat pemain berjuang dengan keras. Dirinya juga memiliki pemain yang mampu memenangi apapun,” imbuhnya.

“Saya pikir dia akan bertahan di Real. Saya tidak berpikir dia akan pergi, setidaknya hingga dia mampu meraih yang selama ini menjadi keinginannya,” tandas pemain yang sukses mengantarkan Brasil merengkuh dua trofi Piala Dunia itu.

Namun, pelatih Paris Saint-Germain, Carlo Ancelotti, berpendapat bahwa Barcelona saat ini menjadi kandidat terkuat sebagai kampiun. Namun, dia juga mengatakan dari tiga semifinalis, hanya ada satu tim yang dapat menggagalkan ambisi Barca mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan trofi Champions League. Tim itu adalah Real Madrid di bawah rezim Jose Mourinho.

“Saat ini, hanya Real Madrid yang dapat bersaing melawan klub Katalan itu,” kata Ancelotti yang juga pernah menukangi Chelsea.

Ironisnya, Madrid di bawah rezim Mourinho beberapa kali harus menelan kenyataan pahit saat bersua Barcelona. Dalam 10 pertemuan terakhir, Madrid hanya mampu menang sekali yakni di final Piala Raja. Sisanya, lima kali Madrid kalah dan empat kali hasil imbang.

Hanya saja, dari beberapa kekalahan Madrid itu, bisa dikatakan bahwa playmaker Real Madrid, Ricardo Kaka, belum mampu menunjukkan kemampuannya saat itu. Kini, Kaka mengaku telah kembali percaya diri dan mulai menemukan sentuhan magisnya. Kaka pun berjanji akan terus meningkatkan performanya dan bermain lebih baik lagi bersama El Real.

Gelandang asal Brasil itu tampil apik kala Madrid menggilas APOEL dengan skor 5-2 di laga leg II perempat final Liga Champions, Kamis (5/4) dini hari WIB. Mantan bintang AC Milan itu sukses menyumbangkan satu gol dan satu assist, sekaligus membawa timnya melenggang ke semifinal dengan kemenangan agregat 8-2.

Pada laga yang dihelat di Santiago Bernabeu itu, Kaka dinobatkan sebagai Man of The Match. Lesatan indahnya di menit ke-37 serta aksinya yang mampu merepotkan barisan belakang APOEL membuat Kaka meraih predikat tersebut.

Torehan apik itu tak diraihnya dengan mudah. Sejak hengkang dari Milan pada bursa transfer 2009 lalu, performa Kaka di lapangan hijau menurun drastis. Cedera yang kerap menghantam, membuat pemain 29 tahun itu lebih banyak menjalani perawatan, dan kehilangan tempat di tim inti.

Kini gelandang bernomor punggung delapan itu telah pulih dan kembali menemukan sentuhan magisnya. Kaka juga siap memberikan kemampuan terbaiknya bersama Real Madrid.

“Kepercayaan diri saya telah kembali. Saya tidak percaya untuk melepaskan tembakan dari jarak jauh dan hari ini saya berani melakukannya,” ujar Kaka Seperti dilansir Goal.

Kaka pun merasa senang karena kemampuannya terus berkembang. Dia juga dapat melakukan banyak hal, seperti mencetak gol, assist dan segala sesuatu yang tim butuhkan. Kemajuan Kaka ini harus menjadi pertimbangan tersendiri bagi Barca. | Ars

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

IndoNIC.net - Web Hosting Murah (cPanel), Gratis Domain
Log in