‘Bie Culture’, Mengobati Kerinduan Reggae Tanah Air

[slideshow]

Koran Transaksi.com – Sebenarnya kalau memang suka bermusik, senang melakukannya, dan sudah menjadi tujuan hidup musik, tidaklah perlu ngoyo. Toh, ada yang memilih untuk menyerahkan hidupnya di reggae. Seperti dikatakan etnomusikolog Jacob Edgar, reggae memang jenis musik yang mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan kultural.

Ya, Bie Culture coba tawarkan satu warna musik reggae yang berbeda, dengan konsep Indonesian Etnics Reggae. Ada cirri khas: lebih menonjolkan  kultur atau musik tradisional. Di antaranya, suling Padang dan gendang Sunda untuk lebih menyegarkan aransement.

Bie Culture yang memiliki personil dari berbagai suku di tanah air ini, telah punya tekad bulat untuk mengobati kerinduan reggae tanah. Reggae—seperti diakui Direktur Utama PT Jakarta International Expo, Dra Siti Hartati Murdaya, yang juga Ketua Panitia Jakarta Fair 2011, reggae mampu membangkitka idealisme cinta bangsa dan jiwa patriotisme. “Setidaknya, Bie Culture punya misi untuk meramaikan belantika musik Indonesia,” tutur Robbie, vokalis Bie Culture.

Untuk tujuan itu, Bie Culture memutuskan untuk mengangkat musik–musik tradisional Indonesia, supaya lebih dikenal lagi oleh semua lapisan dan golongan masyarakat yang hampir melupakan kekayaan musik tradisional Indonesia. “u “Bie Culture juga berkarya dengan membuat lagu–lagu Religy (Islami),” Akang Tyo,  guitarist Bie Culture.

Oke, Bie Culture! Buktikanlah kalau reggae memang salah satu genre musik yang mampu membuat orang tersenyum dan lekat dengan pesan damai, sekaligus sebagai salah satu alat untuk memersatukan warga Indonesia. | Suryati

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>